2 Mental Model Yang Harus Anda Miliki Agar Sukses Sebagai Penulis Lagu

Bulan Maret lalu, komunitas Mahir Menulis Lagu di Facebook mencapai 1,000+ member!

Ini buktinya bahwa memang cukup banyak orang di Indonesia yang tertarik untuk belajar cara buat lagu, baik sekedar sebagai hobi atau sebagai profesi. Akan tetapi, muncul sebuah komentar yang menarik dari Mas Junaidi Baladewa:

“Berarti ada 999 saingan ya mas, baru dari grup ini … menambah semangat untuk berinovasi dan membuat sesuatu yang beda …”

Memang benar bahwa persaingan memacu inovasi. Namun, sebenarnya saingan dalam industri musik sebagai pembuat lagu masih sangat sedikit menurut saya. 1,000 member pun bukan tandanya bahwa persaingan tinggi.

Kenapa begitu? Jawabannya adalah …

Mental model

Mental model.

Mental model adalah cara Anda berpikir, cara Anda melihat dunia. Mental model mempengaruhi sikap, perilaku dan kebiasaan Anda, termasuk ekspektasi Anda atas orang lain.

Dengan kata lain, mental model membentuk pilihan-pilihan Anda, serta tindakan Anda – sehingga juga mempengaruhi hasil yang Anda dapatkan.

Kenapa saya mengangkat masalah ini?

Karena saya melihat mental model para member komunitas MML masih “salah”. Mental model yang dipakai sebagian besar member adalah “saya duluan” dan “saya mau disuap”.

Hal ini terlihat dari banyaknya member yang memposting lagu karya sendiri TANPA membaca aturan posting terlebih dahulu. Padahal saya sudah mencantumkan peraturan dengan sangat jelas dan detail, tapi tetap saja banyak yang melanggarnya. Akibatnya, saya terpaksa menghapus posting lagu karya sendiri para member.

Lalu kenapa mental model ini “salah”?

1. Mental model “saya duluan”

Mental model ini artinya Anda mendahulukan keinginan Anda diatas kepentingan orang lain atau grup. Hal ini terlihat karena saya membuat aturan setiap member HARUS memberikan komentar di lagu member lain sebelum boleh memposting lagu karya sendiri.

Yang terjadi adalah mereka langsung posting tanpa komentar. Setelah saya private message sekalipun, tetap tidak terjadi perubahan. Malah ada yang memaksa posting berkali-kali tanpa menyadari kalau semua posting harus saya approve sebelum muncul di grup.

Dalam skala besarnya, mental model seperti ini adalah model yang egois. Anda ingin mendapatkan sesuatu, tapi Anda tidak ingin memberikan sesuatu terlebih dulu. Bisa jadi Anda terus menerus ingin mendapatkan, tanpa pernah memberikan imbalan yang sesuai.

Alasan kenapa saya membuat peraturan harus komentar di lagu member lain adalah agar Anda belajar cara melihat, mendengarkan dan membedah lagu. Dengan cara ini, Anda akan mengembangkan skill analisa ketika melihat, mendengarkan dan membedah lagu Anda sendiri.

Selain itu, peraturan itu juga saya buat agar komunitas MML menjadi hidup. Coba bayangkan kalau semua member hanya ingin posting lagunya sendiri dan diberi komentar tanpa memberikan komentar untuk lagu member lain. Kebayang kan seberapa egoisnya pemikiran seperti itu?

Nah, salah satu hal yang membuat saya berhasil menjual lagu adalah mental model “kamu duluan”. Saya tanya “kamu maunya apa?” lalu baru saya bilang “OK, saya maunya ini”. Cara inilah yang memungkinkan saya mendapat klien menulis lagu.

Kalau Anda ingin sukses sebagai penulis lagu, mulailah berpikir “kamu duluan”. Tulislah lagu bukan sekedar ekspresi diri Anda, tapi juga tanyakan apa yang ingin didengar orang lain?

2. Mental model “saya mau disuap”

Nah, mental model yang ini lebih berbahaya, karena bukan saja egois tapi juga pemalas!

“Saya mau disuap” artinya “saya ngga mau usaha sendiri, pokoknya saya maunya disuapin”. Hal ini terlihat dari banyaknya member MML yang mengajukan pertanyaan “bagaimana caranya membuat lirik yang enak ya?”.

Padahal saya sudah membuat tutorial lengkap cara membuat lirik di sini. Tidak sulit untuk menemukannya.

Kalaupun saya jawab pertanyaannya dengan mencantumkan link ke tutorialnya, sepertinya jarang sekali ada member yang kemudian ngeklik link tersebut dan membacanya. Sehingga saya menarik kesimpulan kalau banyak member yang maunya “disuap” dalam arti dikasih tahu dan diajarin caranya langsung.

Sebenarnya minta disuap boleh-boleh aja, asal Anda membayar biaya babysitternya!

Karena disini saya memberikan tutorial-tutorial ini secara gratis tanpa dikenakan biaya, maka saya minta ada sedikit usaha dari Anda untuk membaca dan menerapkannya. Mungkin suatu saat di masa depan saya akan buka layanan “suap” dalam arti jasa belajar privat, tapi sementara ini belajarlah untuk bertanggung jawab atas pendidikan dan hasil Anda sendiri.

Mental model yang saya pakai adalah “bisa makan sendiri”. Artinya, ketika tidak ada yang bisa memberi tahu saya jalannya, saya akan mencari jalan sendiri. Ketika saya tidak menemukan tutorial cara membuat lagu dalam bahasa Indonesia, saya membuatnya sendiri – sehingga lahirlah situs ini beserta komunitas para penulis lagu di Facebook.

Kalau Anda ingin sukses sebagai penulis lagu, menjadi mandiri adalah sebuah keharusan. Apalagi di negara kita yang masih acak adul industri musiknya, Anda harus mempunyai jiwa yang wirausaha agar sukses di bidang musik.

Kabar baiknya adalah: karena masih acak adul, banyak yang masih malas – alias saingan Anda masih sedikit! Kalau Anda mau sedikit saja rajin dan sedikit saja berusaha lebih dibandingkan orang lain, Anda bisa mencapai banyak kesuksesan dan kekayaan.

Kesimpulannya: dalam kehidupan pribadi, self-reliance atau kemandirian adalah salah satu prinsip hidup saya. Tentunya hal ini tercermin pula dalam lagu-lagu yang saya tulis dan cara saya mengajar cara membuat lagu ke Anda.

Saya sendiri merasakan manfaat dari mental model “kamu duluan” dan “bisa makan sendiri”. Saya anjurkan Anda juga mengadopsi mental model ini jadi mental model Anda. Berpikirlah bagaimana caranya Anda bisa menguntungkan orang lain, sehingga orang lain bersedia menguntungkan Anda. Berpikirlah bagaimana Anda bisa tetap terus maju, walaupun tidak ada yang bisa memandu Anda.

Kalau Anda memegang mental model ini, Anda bukan saja akan sukses sebagai penulis lagu, tapi sukses juga sebagai manusia dalam kehidupan!

Tutorial Terbaik Cara Buat Lagu Sepanjang 2013

2013 sudah datang dan hampir berlalu. Bagaimanakah perkembangan karir Anda sebagai penulis lagu?

Apakah Anda masih berkutat dengan lagu-lagu monoton? Apakah Anda masih merasa lagu Anda kurang nendang, kurang greget? Ataukah Anda mulai mengalami kemajuan, tapi merasa masih bisa melangkah lebih jauh lagi?

Untuk membantu Anda menghadapi tahun 2014 yang lebih hebat, berikut saya intisarikan tutorial terbaik cara buat lagu sepanjang setahun terakhir:

1. Kumpulan Kitab Jurus Sakti: cara buat lagu dari A – Z

6 Langkah Membuat Lirik Lagu
5 Langkah Cara Membuat Melodi
Cara Membuat Chord Lagu
5 Langkah Membuat Chorus Lagu

Ini adalah tutorial yang membahas cara membuat lagu secara detail, mulai dari menulis lirik, mencari melodi, membuat progresi chord, dan menyusunnya sesuai struktur lagu. Bila Anda mengikutinya step by step, maka Anda bisa membuat lagu dari nol sampai selesai.

2. Kumpulan tutorial membangun karir sebagai penulis lagu

Cita-Cita Pencipta Lagu Sukses, Tapi …
Kursus Musik atau Sekolah Musik – Mana yang Saya Pilih?
3 Langkah Mendapat Rp30 Juta Sebagai Musisi
3 Tips Mendapat Klien Menulis Lagu

Selain menguasai teknik menulis lagu, Anda juga harus menguasai prinsip sukses. Hal ini penting karena tanpa cara berpikir yang benar, lagu Anda akan terseret-seret perkembangannya. Anda BISA menghasilkan uang, tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan Anda menguasai mindsetnya.

Perkembangan saya selama tahun 2013

Tahun ini saya tidak banyak merilis lagu baru karena saya sedang mengerjakan bisnis baru dan membangun relasi baru di lingkaran sosial yang tidak berhubungan dengan musik.

Namun, di dekat akhir tahun saya mendapat tawaran proyek untuk mengerjakan lagu soundtrack seri novel remaja yang akan rilis dalam waktu dekat. Selain itu, ada juga tawaran proyek dari artis independen yang ingin dibuatkan serangkaian lagu untuk album solo perdananya.

Saya percaya kedua kesempatan ini akan membuka pintu-pintu kesempatan lain yang lebih besar di masa depan. Yang harus saya lakukan adalah memastikan bahwa saya sudah punya skill yang cukup ketika kesempatan itu datang mengetuk pintu rejeki saya.

Fortune is when preparation meets opportunity.

Bagaimana dengan rencana Anda?

Sudah hampir 100 tutorial yang saya tulis di situs ini. Anda sudah punya semua yang Anda butuhkan untuk menulis lagu yang hits – termasuk satu formula andalan yang selalu saya pakai.

Kalau Anda belum mulai, berarti bukan masalah keterbatasan sumber daya. Segalanya sudah tersedia untuk Anda – yang perlu Anda lakukan hanyalah melangkah menuju apa yang Anda inginkan.

Apakah Anda ingin menjadi penulis lagu untuk artis? Apakah Anda ingin menjadi artis? Ataukah Anda hanya sekedar ingin menulis lagu yang lebih baik untuk kepuasan diri sendiri?

Saya ingin mendengar apa rencana Anda. Tulis di bagian komentar ya.

Tetap Smart Hits!

Kambing Hitam: Siapa Yang Salah Saat Lagu Anda Tidak Laku?

“Ini adalah lonceng kematian bagi musik Indonesia.”

Itulah klaim yang diucapkan oleh Bens Leo, seorang wartawan senior dan pengamat musik Indonesia. Bapak Leo shock ketika menerima kabar bahwa toko Musik Aquarius Mahakam akan ditutup.

Yes, berita itu benar: salah satu toko CD dan kaset tertua di Indonesia akhirnya terpaksa gulung tikar.

Berbagai komentar, baik yang sedih, tidak peduli, maupun yang mengajak untuk tetap semangat berjuang bermunculan di Facebook:

“Mari kita basmi mindset sharing lagu ilegal via YouTube, download musik, cloud music, bluetooth.”

“Masalahnya jaman sudah berubah dan terus berkembang, ngapain beli kaset/CD, tinggal download dari internet dapat tuh lagu-lagu masa baheula sampai masa kini …”

“Well, di Jepang sendiri toko musik juga masih banyak sih. Orang-orang sini pada suka nyewa/beli CD musik/DVD film. Jadi ya mungkin tergantung sama societynya. Kalo society Indonesia kan kita tau kaya gimana, maunya yang murah-murah dan mudah alias bajakan.”

“Emangnya salah gitu ya kalo pindah ke era digital? (baca : yang legal) semisal iTunes atau Google Play Music. Harga lagu dan album di iTunes store indonesia itu murah banget loh … musisi harusnya bisa tetep dapet pemasukan dari situ kan.”

“Hayo bangkit musisi … tunjukan karya karya terbaikmu … kita mampu kita bisa! Basmi pembajakan gilas tukang bajaknya.”

Perdebatan ini sudah berlangsung cukup lama. Sudah banyak musisi yang menyalahkan pembajakan dan teknologi digital sebagai kambing hitam kenapa musik mereka tidak laku.

Namun, saya tidak mau membahas industri rekaman dan apa konsekuensi dari tutupnya toko Aquarius Mahakam bagi industri musik Indonesia. Hanya ada satu pertanyaan penting yang perlu ditanya:

Apakah konsekuensi hal ini untuk karir musik ANDA?

http://livelifehappy.com

5 alasan kenapa tutupnya toko musik menguntungkan bagi Anda

Saya percaya bahwa selalu ada sisi positif di setiap kejadian. Bahkan, semakin buruk peristiwa yang terjadi, semakin besar bibit kebaikan yang bisa ditarik.

Karena itu, daripada Anda merasa depresi karena melihat keadaan industri rekaman yang semakin hari semakin lesu, lebih baik Anda melihat kebaikan apa saja yang bisa Anda dapatkan:

1. Tidak ada biaya cetak CD

Sewaktu saya membuat album pertama, biaya cetaknya Rp1.300.000 untuk 500 keping (dan itu adalah jumlah minimal, dengan kata lain paling sedikit harus cetak sejumlah itu).

Plus, sesuatu kesalahan terjadi saat cetak CD master pertama kali, sehingga saya harus mengulang proses pencetakan untuk kedua kalinya (dengan kata lain, saya keluar Rp2.600.000!)

Kelemahan menjual musik secara fisik adalah biaya produksi yang besar. Bukan berarti Anda tidak bisa berjualan fisik, tapi dengan semakin sedikitnya jalur distribusi ini, Anda bisa lebih fokus menjual secara digital. Keuntungannya adalah Anda menghemat dana dan bisa mengalokasikannya untuk hal-hal yang lebih menentukan faktor keberhasilan Anda.

2. Anda bisa merilis lagu lebih cepat

Kalau Anda tidak menjual secara fisik dan tidak harus menunggu cetak CD, Anda bisa merilis dan menjual lagu Anda lebih cepat. Begitu lagu Anda sudah selesai melalui tahap produksi (recording, editing, mixing dan mastering), Anda bisa langsung upload ke media-media online dan langsung mendapat pembeli hari itu juga.

Apalagi pada era sekarang, dimana kecepatan lebih penting dibanding kualitas. Jangan sampai Anda menghabiskan waktu berbulan-bulan (atau bahkan bertahun-tahun) dan biaya berjuta-juta rupiah untuk membuat sesuatu yang ujung-ujungnya tidak didengar orang lain.

3. Keuntungan penjualan lebih besar

Jika Anda menjual musik Anda melalui toko, toko tersebut mengambil sebagian keuntungan. Bentuk perjanjiannya ada macam-macam, tapi menurut data dari Investing Answers, label rekaman mengambil keuntungan sebanyak 90%. Artinya, untuk setiap Rp100.000 penjualan yang terjadi, Anda mendapat Rp10.000.

Jika Anda menjual musik Anda sendiri, Anda bisa mendapatkan keuntungan 100%. Tentunya ada faktor lain yang perlu diperhitungkan seperti biaya promosi dll., tapi pada dasarnya Anda memiliki kendali lebih besar ketika Anda menjual musik secara mandiri.

4. Fokus ke jalur-jalur online

Seperti yang disebut di salah satu komentar di atas, sebagian besar masyarakat kini beralih ke media online (baik legal maupun ilegal) untuk memenuhi kebutuhan musik mereka. Sebagai buktinya, data grafis ini menunjukkan 64% remaja menemukan musik baru melalui YouTube.

Dengan semakin menghilangnya jalur promosi melalui toko-toko, Anda bisa memfokuskan waktu untuk membangun jalur promosi musik Anda secara online, yang semakin hari semakin ramai.

5. Hal ini tidak ada pengaruhnya juga bagi Anda

Daripada bersusah-payah menghabiskan banyak waktu dan harapan agar lagu Anda diterima oleh major label tanpa adanya jaminan kepastian, lebih baik Anda mengejar kesempatan-kesempatan lain yang lebih tinggi kemungkinan suksesnya.

Bayangkan, alih-alih menghabiskan waktu 1 jam untuk mengeluh tentang industri musik Indonesia, Anda bisa menggunakan 1 jam itu untuk menulis lagu yang hits – yang kemudian bisa dijual!

Selamatkan karir musik Anda

Meskipun saya menulis 5 alasan, sebenarnya hanya ada 1 alasan yang paling penting: kejadian ini memaksa Anda untuk mengambil alih kendali atas masa depan Anda sendiri.

Tidak ada yang namanya kambing hitam. Anda sepenuhnya bertanggung jawab atas nasib Anda sendiri. Lagu Anda tidak laku bukan karena orang senang download MP3, atau karena banyak tukang bajak.

Lagu Anda tidak laku karena lagu Anda buruk!

Mulai sekarang, selamatkan karir musik Anda. Berhentilah mengeluh tentang keadaan, dan buatlah diri Anda menjadi musisi yang lebih pandai, yang lebih ahli, yang lebih keren di mata fans Anda.

Anda punya 2 pilihan.

Pilihan yang pertama sebenarnya punya kemungkinan berhasil yang tipis, tapi Anda menaruh harapan yang SAMA BESARNYA kepada harapan yang tipis tersebut. Bukankah lebih baik Anda menaruh harapan YANG LEBIH BESAR kepada pilihan yang kemungkinan berhasilnya lebih besar?

Sebenarnya Anda masih bisa menjual musik Anda melalui toko-toko fisik. Aquarius Mahakam belum benar-benar tutup, baru masih akan tutup. Bisa jadi berita ini hanyalah media promosi untuk membuat orang-orang panik dan mulai beli CD dan kaset lebih banyak, sehingga Aquarius lebih untung dan ujung-ujungnya masih bisa lanjut beroperasi.

Saran saya adalah Anda jangan terlalu termakan dengan berita-berita sensasional seperti ini. Besok-besok akan ada lagi berita bahwa industri musik Indonesia akan kiamat.

Daripada Anda semakin dibuat bingung dan frustrasi, lebih baik fokus mengerjakan hal-hal yang sudah PASTI bisa membuat Anda lebih baik sebagai seorang musisi – seperti belajar menulis lirik lebih baik.

Tetap Smart Hits!