Cara Membuat Kord Transisi (Antar Kord) [VIDEO]

Ada pertanyaan dari pembaca, Mas Anton Als Tirta:

“Bagaimana tentang kord penghubung/jembatan kord. Misalnya, kalau dari kord C ke F dikasih perantara C7, dan sebagainya.

Yang selama ini masih membuat aku bingung. Kalau bisa request tutorial tentang jembatan kord itu Mas Bro Endy. Terima kasih.”

Karena dari itu, saya membuat video tutorial belajar kord ini.

Yang dimaksud dengan kord transisi (atau kord jembatan) adalah kord yang terletak antar kord. Kord transisi ini bisa dipakai atau tidak dipakai. Kalau dipakai, efeknya bisa membuat lagu Anda terdengar lebih berwarna dan bervariasi.

Dalam contoh kasus Mas Anton di atas, kord transisi diletakkan antara kord C Mayor dan F Mayor. Progresi kord “mentah” yang digunakan adalah:

C – F

Ini adalah progresi kord sangat sederhana. Karenanya, agar progresi ini terdengar lebih meriah, Anda bisa menambahkan kord transisi diantaranya. Mas Anton memberikan contoh kord transisi:

C – C7 – F

Kord transisi ini memiliki durasi lebih singkat dibanding kord utama. Misalnya, tadinya kord C Mayor dimainkan selama 4 ketukan, lalu kord F Mayor juga 4 ketukan. Dengan adanya kord transisi C7, kord C Mayor dimainkan 2 ketukan, kord C7 dimainkan 2 ketuka juga, lalu F Mayor 4 ketukan:

C – C – C – C | F – F – F – F

menjadi

C – C – C7 – C7 | F – F – F – F

(setiap satu huruf melambangkan satu ketukan)

Dari mana asal usul C7 bisa menjadi kord transisi?

Sebenarnya, munculnya kord C7 sebagai transisi bukan dari antah berantah ataupun wejangan setelah semedi sebulan lebih di gua pedalaman. Namun, kord transisi ini berasal dari sebuah rumus jazz standar yang sudah digunakan hampir 100 tahun lamanya.

Rumus jazz ini adalah: ii – V – I

Rumus ini yang disebut 2 – 5 – 1 sangat sering dipakai di musik jazz dan musik genre lainnya. Anda bisa menggunakan rumus ini untuk mendapatkan kord transisi (seperti yang dijelaskan di video).

Contoh di atas menggunakan kord C Mayor ke F Mayor:

  1. Pertama, Anda mainkan skala F Mayor.
  2. Lalu, Anda temukan progresi kord ii – V – I di skala F Mayor.
  3. Hasilnya, kord yang Anda dapatkan adalah Gm – C – F.

Dalam bentuk lainnya, rumus 2 – 5 – 1 itu juga bisa berbentuk: ii – V7 – 1.

Disini, rumus tersebut menandakan kord 2 minor; 5 dominan 7; lalu 1 atau root. Kalau Anda terapkan ini ke progresi kord hasil skala F Mayor diatas maka Anda mendapatkan:

Gm – C7 – F

Bisa Anda lihat, darimana munculnya kord C7 sebagai kord transisi?

Kembali ke progresi kord “mentah” awal:

C – F

Setelah ditambahkan dengan kord transisi (yang diambil menggunakan rumus 2 – 5 – 1 dari skala Mayor kord yang dituju), maka hasilnya:

C – Gm – C7 – F

Disini, Anda bisa hanya menggunakan Gm atau C7 saja sebagai kord transisi, atau keduanya:

C – Gm – F

C – C7 – F

Hasil dari kord transisi ini cenderung terdengar “jazzy”.

Untuk penjelasan dengan satu contoh lagi (yaitu kord C Mayor ke A Minor), silakan Anda merujuk kepada tutorial video diatas.

Tetap Smart Hits!

Istilah mesin pencari:

  • tutorial belajar piano
  • rumus piano
  • belajar chord piano
  • belajar piano online
  • rumus chord piano
  • kord piano
  • rumus kunci piano
  • Rumus transisi
  • cara membuat akord
  • Belajar chord keyboard

Cara Membuat Kord Penghubung [VIDEO]

Ada pertanyaan dari pembaca blog, Mas Alam Constantine:

“Saya disini benar-benar newbie. Yang ingin saya tanyakan gimana sih caranya membuat nada supaya menjadi lagu? Cara membuat kord penghubung itu bagaimana sih?”

Salah satu fungsi dasar kord adalah sebagai harmoni dalam lagu. Namun, kesulitan yang sering dialami pembuat lagu adalah membuat satu progresi kord utuh yang terdengar menyatu.

Satu teknik dasar yang sering saya gunakan untuk membuat progresi kord adalah meminjam progresi kord dari lagu hits.

Contoh: C – G – Am – F

Progresi kord diatas sangat sering dipakai dalam lagu hits. Kalau Anda butuh bukti, silakan tonton video humor berikut. Dalam video ini, sebuah band memainkan puluhan lagu Pop terkenal yang menggunakan satu progresi kord yang sama (yaitu progresi kord diatas).

Alasan kenapa satu progresi kord ini bisa begitu populer adalah: karena progresinya sederhana dan gampang diingat.

Namun, kalau Anda membuat satu lagu hanya dengan memakai satu progresi, pendengar Anda bisa bosan. Karena itu, satu jurus yang bisa Anda pakai adalah membuat banyak progresi kord dengan memodifikasi satu progresi kord utama.

Rangkaian kord di atas bisa diubah susunannya menjadi antara lain:

F – C – G – Am

Am – F – C – G

G – Am – F – C

Coba Anda mainkan progresi kord diatas pada gitar atau piano. “Warna”nya sama, tetapi masing-masing progresi memiliki nuansa yang berbeda. Nah, Anda bisa menyusun nuansa-nuansa yang berbeda ini untuk membentuk satu rangkaian lagu yang utuh.

Contohnya, Anda bisa memasukkan progresi kord berikut ke dalam bagian lagu:

Verse: Am – F – C – G

Chorus: C – G – Am – F

Bridge: G – Am – F – C

Hasilnya adalah lagu yang utuh, dengan nuansa yang berbeda di setiap bagian lagu yang berbeda, tetapi tetap memiliki “warna” yang sama.

Tetap Smart Hits!

Istilah mesin pencari:

  • chord penghubung piano
  • kunci penghubung pada gitar
  • kord penghubung piano
  • belajar progresi chord gitar
  • progesi akord
  • rumus progresi chord
  • Rangkaian kunci gitar
  • not aransemen lagu menggunakan pianika
  • akor yg cocok sama Am
  • progresi chord sedih

Cara Membuat Lagu Mulai Dari Kord Dulu

Ada pertanyaan dari pembaca: bagaimana caranya membuat lagu mulai dari kord?

Saat Anda mulai membuat lagu, ada 2 cara yang bisa Anda lakukan:

  1. Mulai membuat lagu dari liriknya dulu
  2. Mulai membuat lagu dari kordnya dulu

Masing-masing cara di atas punya kelebihan dan kekurangan. Namun, tutorial hari ini akan melihat bagaimana caranya membuat lagu mulai dari kord dulu. Hasil dari tutorial ini adalah supaya Anda punya skill membuat lagu dengan kord yang bagus.

Apa sebenarnya kegunaan dari kord?

Setiap karya musik terdiri dari 3 pilar: ritme, harmoni, dan melodi. Kord dalam lagu Anda berfungsi sebagai penyedia harmoni. Dalam hal ini, kord sebagai harmoni membuat pendengar lagu Anda mengerti ke mana arah lagu Anda.

Pesawat yang terbang pergi dan pulang | Shai Barzilay

Foto oleh Shai Barzilay

Bayangkan Anda sedang dalam perjalanan. Dalam perjalanan ini, ada sebuah arah yang Anda tuju. Anda menggunakan berbagai kendaraan, baik itu mobil, bis atau pesawat. Kendaraan yang Anda kendarai bukan yang paling penting – yang penting adalah tujuan Anda.

Nah, seandainya Anda melakukan semua itu tapi Anda tidak punya tujuan yang jelas, bagaimana reaksi supir Anda? Pasti supir atau pilot Anda akan kesal!

Sama seperti itu, pendengar Anda akan kesal kalau ternyata lagu Anda tidak jelas arahnya ke mana. Supaya lagu Anda memiliki arah yang jelas, Anda membutuhkan progresi kord yang jelas.

Bagaimana cara membuat progresi kord yang jelas?

Sebelum mulai menyusun kord, Anda perlu tahu tentang jenis-jenis kord. Sesuai dengan fungsi kord seperti disebut di atas, berarti ada 2 jenis kord yaitu:

  1. Kord yang berkarakter jelas (atau kuat)
  2. Kord yang berkarakter tidak jelas (atau lemah)

Baik kord yang kuat ataupun yang lemah terdiri dari not-not diatonis. Dalam rangkaian not diatonis Anda, ada not-not yang bersifat dominan dan ada not yang bersifat non-dominan.

Not-not yang bersifat dominan adalah: not I (atau root), not IV (atau subdominan), dan not V (atau dominan). Dari masing-masing not dominan ini, Anda bisa membuat kord yang dominan juga.

Jadi, kord yang dominan atau berkarakter kuat adalah: kord I, kord IV, dan kord V.

Contoh: kalau kita menggunakan skala G Mayor yang terdiri dari not diatonis berikut:

G – A – B – C – D – E – F# – G’

Maka kita mendapatkan kord-kord berikut:

G – Am – Bm – C – D – Em – F#dim – G’

Kord I, IV, dan V dari rangkaian di atas adalah:

  • Kord I adalah G Major

  • Kord IV adalah C Major

  • Kord V adalah D Major

Sehingga, saat Anda menggunakan kord-kord ini dalam lagu Anda, Anda sedang membuat alur cerita yang kuat. Kord-kord ini cocok digunakan untuk membuat Chorus yang kuat atau di bagian awal lagu Anda (tergantung bagaimana emosi yang ingin Anda sampaikan).

Kalau Anda ingin membuat emosi lagu Anda lemah (atau sedih, murung, dsb.), sebaiknya Anda gunakan kord yang non-dominan. Kord-kord yang bersifat non-dominan adalah: kord ii, kord iii, dan kord vi.

Contoh: kembali ke skala G Major diatas, kord non-dominannya adalah:

  • Kord ii yaitu A minor

  • Kord iii yaitu B minor

  • Kord vi yaitu E minor

Kord-kord bernada minor adalah favoritnya bangsa Melayu! Kord jenis ini ocok Anda pakai untuk membuat Verse atau Pre-Chorus.

Tips Unggul: Satu jurus yang sering saya gunakan adalah memakai kord minor untuk membuat bagian Bridge yang bernuansa beda.

Progresi kord yang lebih bagus yang mana?

Mungkin sekarang Anda bertanya, “Apakah kord yang kuat lebih bagus daripada yang lemah?”

Jawabannya, “Tentu tidak!”

Kenapa tidak? Ingat prinsip dasar lagu hits: lagu yang bagus memiliki cerita yang bagus. Agar ceritanya bagus, Anda butuh dinamika yang bagus. Supaya dinamikanya bagus, Anda butuh bagian bagian yang kuat dan juga bagian yang lemah.

Disinilah skill Anda sebagai penulis lagu beraksi: bagaimana Anda menyampaikan sebuah cerita, dan memposisikan kord yang kuat di saat yang tepat, dan juga kord yang lemah di saat yang tepat.

Kalau Anda pakai kord yang kuat terus, pendengar Anda jadi bosan. Kalau kord Anda minor terus, pendengar juga jadi bosan. Anda harus menggunakan campuran antara kedua jenis kord ini untuk menghasilkan lagu dengan progresi kord yang bagus.

Hanya Anda yang bisa memilih kapan lagu Anda butuh kord yang kuat, dan kapan kord yang minor. Itulah tugas Anda sebagai pencipta lagu!

Tetap Smart Hits!

Istilah mesin pencari:

  • cara menciptakan sebuah lagu
  • belajar menciptakan lagu
  • belajar menulis lagu
  • cara membuat lagu yang baik
  • tips menciptakan sebuah lagu
  • cara menciptakan lagu yang bagus
  • cara menciptakan lagu yang baik
  • bila kita belum mahir membuat lagu sebaiknya kita terlebih dahulu membuat
  • membuat jembatan akor musik
  • Contoh lagu minor