5 Kriteria Lirik Lagu yang Sempurna

Saya bertanya kepada para member Klub Menulis Lagu tentang kesulitan utama yang mereka hadapi ketika membuat lagu. Masih banyak yang menjawab mereka kebingungan saat mencari kata-kata atau lirik yang pas untuk lagu mereka.

Mendengar jawaban itu, saya ikut bingung. Rasanya saya sudah menjelaskan tentang cara membuat lirik dengan langkah-langkah yang mudah diikuti. Namun, setelah mengenali karakter komunitas ini dan cara berpikirnya lebih mendalam, saya menyadari suatu hal: sepertinya masih banyak member yang belum memahami secara baik dasar-dasar membuat lagu yang paling dasar.

Saya ingin mengajak Anda untuk mengenali dengan baik dasar-dasar sebuah lagu, dimulai dari lirik. Bila Anda belum memahami lirik, tentu saja Anda akan kesulitan mencari lirik yang pas untuk lagu Anda.

Sama seperti ketika Anda melakukan perjalanan. Anda bawa peta, tapi Anda bingung tujuan Anda kemana. Akibatnya, peta itu pun menjadi tidak berguna selama Anda tidak tahu tujuan Anda.

Nah, oleh karena itu, saya akan menjelaskan definisi lirik: apa itu lirik, apa fungsinya dalam sebuah lagu dan bagaimana kriteria lirik yang “sempurna”. Dengan memahami definisi ini, Anda akan tahu tujuan Anda ketika menulis lirik sehingga tidak lagi kebingungan saat mencari lirik yang pas untuk lagu Anda.

Menurut definisi Wikipedia, lirik adalah:

… a set of words that make up a song, usually consisting of verses and choruses. The meaning of lyrics can either be explicit or implicit.

Terjemahannya:

… serangkaian kata-kata yang menyusun sebuah lagu, umumnya terdiri dari verse dan chorus. Arti dari lirik bisa disampaikan secara tersurat atau tersirat.

Dalam bukunya “Secrets of Songwriting”, Profesor Gary Ewer menulis:

A good lyric is usually one that says what it needs to in the most succinct way.

The importance of a weighty lyrics, though, depends on the purpose of the song. There are individuals and groups that produce songs with deep, insightful lyrics that can profoundly impress an audience. There are other composers writing songs where the main purpose is to get the listener dancing, and the lyric is about as deep as a mud puddle.

Developed properly, a good lyric will pull the listener along and keep them listening. A lyric that feels emotionally disorganized will simply sound “whiny” and “complainy”.

The best response will be if listeners find themselves saying, “Hey, I’ve been there!”

Terjemahannya:

Lirik yang bagus umumnya adalah lirik yang mengatakan apa yang perlu dikatakan dengan cara yang paling ringkas.

Namun, pentingnya sebuah lirik yang berbobot bergantung kepada tujuan lagunya. Ada individu dan grup yang menghasilkan lagu-lagu dengan lirik yang bermakna dalam yang bisa memukau pendengarnya. Ada juga penulis lagu lain yang punya tujuan utama membuat pendengarnya berdansa, dan liriknya bermakna sangat dangkal, sedangkal genangan air.

Lirik yang dikembangkan dengan sempurna akan menarik pendengar dan membuat mereka terus mendengar. Lirik yang terasa berantakan secara emosional akan terdengar seperti “merengek” atau “mengeluh”.

Respon yang terbaik adalah saat pendengar berkata, “Hei, aku pernah berada disana!”

Sebenarnya, dari penjelasan Prof. Ewer sudah sangat akurat untuk menjelaskan apa itu lirik dan apa tujuannya. Tetapi, untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, maka saya menggabungkan kedua definisi diatas.

Hasilnya adalah bisa Anda simpulkan bahwa lirik secara umum adalah:

  1. Kata-kata dalam sebuah lagu
  2. Umumnya (tapi tidak selalu) terdiri dari verse dan chorus
  3. Mengandung makna yang bisa disampaikan secara tersurat (eksplisit) atau tersirat (implisit)

Dan lirik yang bagus atau “sempurna” adalah yang:

  1. Bisa menyampaikan maknanya dengan cara yang ringkas
  2. Bobotnya bergantung kepada tujuan lagu (apakah ingin bermakna dalam atau dangkal)
  3. Mampu menarik pendengar untuk mendengar dan terus mendengar
  4. Tidak berantakan secara emosional (tersusun secara rapi)
  5. Mampu membuat pendengar berkata, “Lagu ini gue banget!”

Jadi, sebetulnya dengan Anda memenuhi ketiga kriteria lirik secara umum diatas, Anda sudah selesai. Namun, bila Anda ingin membuat lagu yang punya nilai komersial lebih, maka penuhilah kelima kriteria lagu sempurna di atas.

Perlu saya garis bawahi disini, maksud lirik yang “sempurna” bukanlah lirik yang sempurna secara tata bahasa. Lirik yang sempurna adalah yang bisa menyampaikan makna lagu dengan sempurna kepada pendengar Anda.

Dengan kata lain, lirik yang sempurna memenuhi kebutuhan dasar manusia untuk berkomunikasi.

Konsekuensinya adalah: lirik yang sempurna bisa saja berantakan (secara tata bahasa), asal dia memenuhi tujuannya untuk menyampaikan maknanya secara sempurna. Pendengar dengan jelas mengerti apa yang ingin Anda sampaikan, dan bisa merasakan emosi yang sama dengan yang Anda rasakan ketika membuat lirik itu.

Analoginya: bisa saja antara dua orang sahabat berkomunikasi menggunakan bahasa “gue elu” dan istilah-istilah gaul yang tidak resmi, tapi mereka lebih saling mengerti dibanding bila mereka menggunakan bahasa resmi “saya Anda” dan tata bahasa ejaan yang disempurnakan.

Sekali lagi: terlepas dari apakah lirik Anda berantakan atau rapi (secara tata bahasa), lirik Anda harus memenuhi tujuannya, yaitu memenuhi kebutuhan dasar manusia untuk berkomunikasi.

Memahami tujuan ini punya manfaat ekstra: karena Anda sudah tahu tujuan Anda apa, Anda juga bisa tahu kapan Anda sudah “selesai” membuat lagu Anda – yaitu ketika lagu Anda sudah memenuhi tujuannya atau belum.

Sekarang Anda memahami tujuan lirik yang Anda tulis. Selanjutnya, saya akan menjelaskan tentang masing-masing kelima poin yang menjadi kriteria lagu yang sempurna sebagai berikut:

1. Bisa menyampaikan maknanya dengan cara yang ringkas

Berbicara tentang menyampaikan makna dengan ringkas, saya jadi teringat sebuah kutipan dari penulis Nathaniel Hawthorne:

Easy reading is damn hard writing.

Artinya, untuk membuat suatu karya tulis gampang dibaca, dibutuhkan cara menulis yang susah. Rasanya terbalik bukan? Bukannya untuk membuat tulisan yang gampang dibaca itu gampang?

Tidak, membuat suatu karya tulis gampang dibaca itu tidak mudah. Butuh kemampuan menulis yang sangat fasih. Hal ini bisa Anda buktikan dengan pertanyaan yang sederhana:

Apakah Anda selalu bisa membuat lawan bicara Anda memahami maksud Anda dengan sempurna? Berapa kali Anda harus mengulang pernyataan Anda hingga lawan bicara mengerti maksud Anda?

Betul, memang ada sebuah “jembatan” atau “jurang” yang terjadi ketika Anda berkomunikasi dengan orang lain. Jembatan atau jurang ini juga terjadi ketika Anda menulis lagu, terutama ketika proses mencari kata-kata yang tepat untuk menjembatani antara makna yang ingin Anda sampaikan kepada lawan bicara Anda (atau dalam hal ini, pendengar Anda).

Untuk bisa mengembangkan kemampuan berkomunikasi ini dibutuhkan usaha seumur hidup. Tidak ada satu “teknik” yang bisa menjadi jalan pintas. Anda harus mempelajari dan menerapkannya setiap hari dalam setiap komunikasi Anda dengan orang lain.

Namun, ada satu “strategi” umum yang bisa Anda gunakan untuk membuat tulisan atau lirik Anda lebih mudah dibaca: yaitu dengan cara mengurangi bagian-bagian yang tidak penting.

Inilah yang membuatnya susah: bukannya menambahkan, Anda justru harus mengurangi apa yang sudah Anda tulis. Kurangi kata-kata yang hanya sekedar mengulang kalimat sebelumnya. Kurangi kata-kata yang sekedar Anda tambahkan karena Anda bingung mau menulis apa lagi.

Dengan mengurangi bagian-bagian yang tidak penting, Anda akan mendapatkan bagian-bagian yang paling penting, sehingga tercapailah tujuan Anda untuk menyampaikan makna dengan cara yang ringkas.

2. Bobotnya bergantung kepada tujuan lagu (apakah ingin bermakna dalam atau dangkal)

Kembali ke buku “Secrets of Songwriting” yang ditulis Prof. Ewer, soal bobot lagu beliau menulis:

Good text is vital to a good song. Good text doesn’t mean that it has to be a stunning poem. Good text means that it does what it was meant to do. Some text is extremely simple, and that simplicity may be exactly what the song needs.

Complexity in music is not necessarily a drawback. But losing your audience is.

Artinya:

Kata-kata yang bagus sangat penting untuk membuat lagu yang bagus. Namun, kata-kata yang bagus bukan berarti kata-katanya bagaikan karya puisi yang memukau. Kata-kata yang bagus artinya kata-kata tersebut menunaikan tugasnya dengan baik. Ada kata-kata lagu yang sangat sederhana, dan bisa jadi kesederhanaan itu yang dibutuhkan dalam lagu.

Sebaliknya, kerumitan dalam musik bukan berarti hal yang buruk. Hal yang buruk adalah kehilangan pendengar Anda akibat kata-kata yang terlalu rumit (atau terlalu sederhana).

Makanya saya tidak pernah pakai istilah lirik yang bagus. Saya menyebutnya lirik yang pas.

Bisa Anda lihat, kata-kata (atau bobot lagu) sangat dipengaruhi tujuan semula Anda membuat lagu. Apakah Anda ingin mengajak pendengar untuk memikirkan sesuatu yang serius seperti kritik sosial (mirip lagu-lagunya Iwan Fals)? Ataukah Anda ingin mengajak pendengar Anda untuk sekedar melepaskan beban hidup dan berdansa sebentar (seperti lagunya Dimas Beck ft. Dewi Sandra)?

Apapun tujuan lagu Anda, Anda harus membuat kata-kata lirik yang sesuai dengan bobot lagunya. Lirik yang serius untuk lagu yang serius dan lirik yang ringan untuk lagu yang ringan. Hal ini Anda lakukan supaya Anda tidak kehilangan pendengar Anda.

3. Mampu menarik pendengar untuk mendengar dan terus mendengar

Saya berusaha mencari literatur atau referensi yang menjelaskan kriteria ini lebih luas, tapi sampai sekarang saya belum menemukannya. Karena itu, saya akan menjelaskannya secara anekdot (dari cerita dan pengalaman hidup).

Sebenarnya, ini adalah salah satu kriteria yang secara tidak sadar sering diabaikan oleh member-member Klub Menulis Lagu. Ketika mereka memposting lagu karya mereka, saya membaca liriknya dan mendengar lagunya dan berpikir, “Sebenarnya lagu ini ditulis untuk siapa?”

Kadang-kadang, ada satu atau dua lagu yang mampu menarik perhatian saya (dan juga perhatian para member lainnya) karena liriknya bagus (tidak harus rumit) dan maknanya tersampaikan. Namun, lebih seringnya yang terjadi adalah liriknya masih terasa sangat “mentah”, dan musiknya kurang menarik untuk didengar lebih lanjut (sampai saya kadang-kadang berhenti mendengar lagunya sebelum selesai).

Berangkat dari pengalaman, menurut saya satu cara untuk menghindari hal ini adalah dengan menulis lagu untuk orang lain. Artinya, kata-kata yang Anda tulis bukan sekedar untuk memuaskan diri Anda, tapi Anda juga berpikir apakah kata-kata ini bisa dipahami oleh orang lain? Apakah kata-kata ini menceritakan apa yang dialami orang lain dalam hidup mereka?

Ketika Anda menulis lagu untuk diri sendiri (tanpa memikirkan kebutuhan orang lain atau pendengar Anda), yaa satu-satunya orang yang tertarik mendengar lagu Anda adalah diri sendiri juga. Cobalah gunakan kedua pertanyaan di atas untuk menilai apakah lagu Anda bisa menarik perhatian pendengar atau tidak.

4. Tidak berantakan secara emosional (tersusun secara rapi)

Setelah mendengarkan dan menganalisa beberapa lagu member Klub Menulis Lagu, selain krtieria nomor tiga, kriteria ini adalah salah satu yang paling sering dilanggar. Seringkali lirik yang disusun oleh member terasa berantakan secara emosional.

Maksud berantakan disini adalah alur jalan ceritanya lompat-lompat atau tidak nyambung antara satu bagian dengan bagian lainnya. Perpindahan dari satu ‘adegan’ ke adegan lainnya masih terasa terpotong-potong. Efeknya ke pendengar adalah lagunya terdengar “merengek” atau “mengeluh” sehingga mereka jadi tidak tertarik.

Sebenarnya, cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengandalkan logika. Dengan menilai hasil lirik Anda dan melihatnya dari segi logika, Anda bisa menilai apakah secara logika, alur jalan ceritanya nyambung atau masih terputus-putus.

Contohnya, ambillah lirik sebagai berikut, yang ditulis oleh member Nini Syalala:

CHORUS
kembalilah kasih
Jangan kau lepaskan cintamu seperti ini
Sesulit apapun telah kita lewati
Demi kasih ini
Haruskah berakhir begini

Saya kemudian menyarankan lirik yang diedit seperti berikut:

CHORUS
Kembalilah Kasih
Jangan kau lepaskan cintamu
Setelah semua yang kita lewati
Haruskah berakhir seperti ini?

Kenapa saya melakukan edit seperti di atas? Karena setelah emosi “ragu-ragu” di verse, emosi di chorus adalah “meminta kepastian”, oleh karena itu penggunaan “Kembalilah Kasih” di awal chorus sudah pas (memberikan kesan membujuk yang paling kuat) dan didukung dengan jumlah baris yang simetris (4).

Dengan memerhatikan apakah lirik Anda sudah rapi secara emosional (memiliki runutan logika yang benar), Anda bisa menyampaikan makna yang lebih kuat, sehingga bobotnya lebih terasa dan lebih menarik bagi pendengar Anda.

5. Mampu membuat pendengar berkata, “Lagu ini gue banget!”

Ini sebenarnya adalah sasaran utama lagu yang ditulis untuk jadi komersial. Kata-kata “Lagu ini gue banget!” adalah penghargaan yang tertinggi yang bisa diberikan seorang pendengar kepada pembuat lagunya (selain artis dan musisi yang menampilkannya, tentunya).

Agar sasaran ini tercapai, keempat kriteria lirik sempurna yang sebelumnya harus terpenuhi semua. Itu pun baru dari segi penulisan lirik, belum dari segi cara lagu itu ditampilkan atau dimainkan, dan belum lagi memperhitungkan kepiawaian para musisi (bila dibawakan di atas panggung) atau kemampuan tim produksi di studio (bila direkam di studio).

Ketika pendengar sudah merasakan bahwa lagu Anda gue banget, maka nilai komersial lagu Anda di mata pendengar tersebut menjadi sangat tinggi. Disini, pendengar bisa berupa artis yang Anda tawarkan untuk jadi penyanyi lagu Anda, atau orang awam yang mendengar lagu band Anda – bahkan bisa juga produser label rekaman yang sedang mendengar demo lagu Anda.

Siapapun yang Anda hendak capai dengan lagu Anda, Anda harus bisa membuatnya merasa lagu Anda dia banget. Dengan cara ini, akan menjadi jauh lebih mudah bagi Anda untuk menjual lagu Anda, atau untuk menawarkan diri menjadi songwriter yang terikat kontrak di label rekaman, bila itu memang tujuan Anda.

Kesimpulan:

Saat menulis tutorial ini, tujuan saya adalah sekedar menjelaskan definisi lirik secara dasar. Namun, dalam penelitian saya, ternyata saya menemukan definisi lirik yang sangat luar biasa dari Prof. Gary Ewer yang kemudian saya rangkum dan kembangkan menjadi 5 kriteria di atas.

Saya mencantumkannya disini sekali lagi:

  1. Bisa menyampaikan maknanya dengan cara yang ringkas
  2. Bobotnya bergantung kepada tujuan lagu (apakah ingin bermakna dalam atau dangkal)
  3. Mampu menarik pendengar untuk mendengar dan terus mendengar
  4. Tidak berantakan secara emosional (tersusun secara rapi)
  5. Mampu membuat pendengar berkata, “Lagu ini gue banget!”

Untuk mencapai kelima kriteria tersebut bukanlah pekerjaan mudah, dan bukan juga pekerjaan yang “sekali jadi”. Anda harus terus menerus menempa kemampuan Anda sebagai pembuat lagu, dan selalu mencari cara bagaimana karya Anda bisa terus lebih baik dari yang sebelumnya.

Kelima kriteria ini lebih merupakan “filosofi” dari membuat lagu (bukan sekedar teknik), jadi upayakan untuk memahaminya betul-betul. Memiliki pemahaman yang kuat akan filosofi ini akan sangat membantu dalam perjalanan karir Anda sebagai pembuat lagu.

Selangkah demi selangkah, Anda pasti bisa menjadi lebih baik. Dengan memahami definisi lirik secara dasar, Anda pasti bisa membuat lagu yang lebih komersial dan juga anti kebingungan ketika harus mencari kata-kata yang pas untuk lirik lagu Anda. Gunakanlah panduan 5 kriteria lagu tersebut untuk memandu Anda saat membuat lagu Anda yang berikutnya!

 

Istilah mesin pencari:

  • teknik pembuatan syair lagu agar lebih unik dan kreatif
  • Contoh Lirik
  • Kata kunci rap
  • kata kata yang bagus untuk jadi lagu
  • contoh kata-kata membuat lagu rap
  • contoh bait lagu
  • contoh lagu puitis
  • kata2 buat lirik lagu
  • Contoh lirik lagu terbaik
  • contoh contoh lirik lagu

Tips Memilih Kosakata Saat Membuat Lirik Lagu

Ada pertanyaan dari pembaca, Mas Alam Constantine:

“Saya ingin bertanya untuk semua yang ada di grup ini.

Tolong dibantu ya, saya suka kesulitan untuk membuat lirik lagu, terutama untuk memilih kosakatanya. Jadi cara membuat lirik dengan kata dan memberikan kosakata yang indah seperti apa?

Agar pendengar pun merasa enak mendengar lagu yang dibuat. Dan contoh kata dan kosakata yang bagus itu seperti apa?”

Kesulitan membuat lirik lagu adalah kesulitan yang sering dialami pembuat lagu. Baik pembuat lagu pemula maupun yang profesional selalu berhadapan dengan kendala ini, setiap kali mulai membuat lagu baru.

Salah satu problema spesifik yang dihadapi adalah memilih kata-kata atau kosakata yang tepat.

Kosakata Anda adalah sumber keunikan Anda

Kosakata (atau bahasa Inggrisnya vocabulary) secara umum adalah himpunan kata-kata yang merupakan bagian dari bahasa tertentu. Setiap orang mempunyai kosakata yang berbeda-beda.

Contohnya, seorang yang berprofesi pegawai bank akan memiliki kosakata yang berbeda dengan seorang yang berprofesi pengusaha restoran.

Begitu pula dengan setiap pembuat lagu – Anda pasti memiliki kosakata khas Anda sendiri. Kosakata ini merupakan hasil dari:

  1. Pengalaman hidup Anda
  2. Digabung dengan pendidikan Anda
  3. Dan bahasa sehari-hari yang digunakan keluarga dan teman-teman Anda

Hal inilah yang menjadi sumber keunikan Anda sebagai pembuat lagu. Karena pengalaman hidup Anda adalah hal yang unik, maka cara Anda membuat lagu seharusnya unik juga. Cara Anda memilih kosakata dalam lagu seharusnya unik juga. Usahakan agar kosakata atau lirik dalam lagu yang Anda pilih sesuai dengan karakter atau identitas Anda yang asli.

Itulah kerangka awal Anda untuk memilih kosakata atau lirik lagu yang bagus.

Sebetulnya, saya tidak berhak menilai mana lirik yang bagus dan mana yang bukan, karena setiap lirik punya andilnya masing-masing. Ada kalanya dimana lirik yang indah dan puitis dibutuhkan, ada juga kalanya dimana lirik yang biasa-biasa saja yang lebih pas untuk lagu Anda.

Kenapa Anda memerlukan hal ini? Kembali lagi ke pertanyaan Mas Alam di atas, hal ini penting karena tujuan lagu Anda adalah untuk membuat pendengar enak mendengar lagu Anda.

Dengan memegang kedua prinsip ini (yaitu kosakata berdasarkan identitas Anda dan lirik yang sesuai konteks), barulah Anda bisa membuat lirik lagu yang bagus – yang enak didengar pendengar Anda.

Berikutnya saya akan membagikan tips-tips untuk sistematika membuat lirik lagu menggunakan sebuah formula yang berhasil untuk saya.

Keunggulan berpikir secara struktur untuk membuat lirik lagu

Langkah pertama yang Anda lakukan sebelum memilih kosakata adalah memilih tema lagu.

Sebaiknya Anda memilih tema lagu yang spesifik, dan menghindari tema lagu yang umum. Hal ini karena tema atau ide yang semakin spesifik justru lebih mudah untuk dikembangkan menjadi lirik.

Contohnya, tema “cinta” adalah tema yang terlalu umum”. Bahkan tema “laki-laki yang menutup hatinya karena terluka cinta” juga terlalu umum (saya pilih contoh ini karena tema ini adalah tema “sejuta umat”). Anda harus mendapat tema yang spesifik yang membuat semangat Anda meningkat ketika berpikir tentang tema tersebut.

Contohnya: tema lagu “laki-laki yang menutup hatinya dan menutup juga rasa percayanya kepada wanita, terutama wanita cantik seperti model atau selebriti televisi yang sering dikagumi lelaki.”

Saya tidak memaksa Anda harus menggunakan tema spesifik. Namun bisa Anda lihat sendiri dari contoh tema diatas, lebih mudah mengembangkannya menjadi sebuah cerita, bukan?

Setelah Anda memilih temanya, langkah kedua adalah memilih kosakata berdasarkan tema.

Saat memilih kosakata berdasarkan tema Anda harus mulai dengan berpikir secara struktur. Yang dimaksud “struktur” disini adalah:

  1. Apa kata utama yang mewakili tema?
  2. Apa kata-kata yang mendukung kata tema tersebut?

Fondasi dari struktur Anda adalah kata tema. Kata tema ini yang akan menjadi pusat dan “induk” dari kata-kata pendukung. Kata-kata pendukung inilah yang akan “mengisi” baris-baris dalam lagu Anda menjadi lirik lagu.

Contoh cara memilih kosakata untuk membuat lirik lagu

Kembali ke contoh tema spesifik di atas, Anda bisa mengembangkannya menjadi kata tema dan kata pendukung seperti gambar berikut:

Membuat lirik lagu dengan mind map

Gambar ini adalah sebuah mind map, atau peta pikiran. Teknik mind map ini adalah salah satu jurus yang selalu saya gunakan saat membuat lirik lagu.

*Anda bisa pelajari selengkapnya tentang cara menggunakan mind map untuk membuat lagu dalam kursus saya Cara Membuat Lagu Menggunakan Sistem Mindmap 4 Kata.

Mind map ini adalah visualisasi cara berpikir secara struktur. Seperti Anda lihat: tema atau kata utama adalah Khianat. Kata pendukungnya adalah Pupus, Panas, Punah, dan Pecah

  1. Kata Panas saya dapat karena saya membayangkan sang lelaki yang “panas” hatinya karena sering melihat sang wanita model cantik sering digoda lelaki lain.
  2. Kata Pupus saya dapat saat membayangkan “balon harapan” sang lelaki yang kempes karena ternyata impiannya untuk bisa menikahi wanita model yang cantik tidak sampai.
  3. Kata Pecah juga saya dapat ketika menggambar suasana pertengkaran mereka yang sampai melibatkan barang pecah belah yang dilempar ke dinding.
  4. Kata Punah saya pilih untuk melambangkan rasa cinta yang tadinya “eksotis” lalu kemudian mati dan tidak akan ada lagi, sama seperti satwa langka yang punah tidak akan ada lagi.

Bisa Anda lihat bagaimana berpikir secara struktur dengan menggunakan mind map menghasilkan kata-kata pendukung yang lebih unik?

Bahkan dari penjelasan setiap kata di atas, Anda bisa mengembangkannya lebih lanjut:

  1. “Balon harapan” bisa Anda tulis menjadi “Kamu meniup nafas harapan ke dalam hatiku”.
  2. “Satwa langka” bisa Anda ubah menjadi “Amarahku membuas seperti binatang tak terkendali”.

Dan seterusnya, sehingga kata-kata pendukung Anda bisa diubah menjadi kata utama yang selanjutnya memiliki kata-kata pendukung mereka masing-masing:

Membuat lirik lagu dengan mind map

Sebaiknya Anda membuat peta pikiran ini di atas kertas. Kemudian Anda bisa mengembangkan setiap kata pendukung menjadi satu kalimat lirik yang utuh seperti contoh di atas.

Manfaat Anda menggunakan formula berpikir secara struktur dengan mind map ini adalah Anda bisa membuat lirik yang berbeda, unik, dan puitis. Gunakan formula ini saat membuat lirik lagu Anda berikutnya.

Tetap Smart Hits!

Istilah mesin pencari:

  • Cara buat lirik lagu
  • cara bikin lirik lagu
  • cara membuat syair lagu
  • buat lirik lagu
  • cara menciptakan lirik lagu
  • bikin lirik lagu
  • Membuat syair lagu
  • teknik pembuatan syair lagu
  • menulis lirik lagu
  • cara buat lirik

6 Tips Menulis Lirik Lagu Rap

Cara menulis lirik lagu rap untuk rapper di atas panggung

Ada pertanyaan dari pembaca, Mas Aggi Dilimanto:

Ada tutorial gimana nulis lagu slow rap yang bagus gimana?

Melihat perkembangan musik Pop masa kini, memang banyak lagu Pop yang ada bagian rap di dalam lagunya. Contohnya, lagu hits #1 Billboard “Payphone” oleh Maroon 5 memiliki bagian rap yang diucap oleh Wiz Khalifa.

Membuat lagu yang ada bagian rapnya adalah langkah yang baik agar lagu-lagu Anda tidak membosankan. Kalau Anda sudah membuat serangkaian lagu yang nuansanya mirip-mirip, membuat satu lagu yang ada rapnya akan menjadi suatu keunikan tersendiri.

Namun, bila Anda jarang membuat lagu rap maka muncul kendala:

Bagaimana saya bisa menulis lirik lagu rap yang bagus?”

Sejujurnya, saya sendiri baru satu kali pernah menulis lirik lagu rap. Itupun gaya rap yang saya pilih sangat bernuansa tahun 90-an ala Boyz II Men dan kawan-kawan. Sedangkan dalam musik rap ada banyak gaya, dari yang seperti Eminem, 50 Cent, Snoop Dogg, Flo Rida, dan banyak lainnya.

Jadi, untuk menjawab pertanyaan ini saya mengambil referensi dari artikel “How to Write Great Rap Lyrics” oleh Silk Nixin. Artikel ini ditulis oleh seorang rapper, sehingga ilmunya lebih luas.

Ada 6 tips untuk menulis lirik lagu rap yang disarankan oleh Silk Nixin. Berikut adalah ke-6 tips tersebut.

1. Gunakan wordplay atau permainan kata

Wordplay adalah salah satu teknik menulis lirik lagu yang canggih. Yang dimaksud dengan wordplay adalah permainan kata. Permainan kata ini bisa berarti kata yang Anda tulis sebagai lirik memiliki makna ganda atau lafal kata tersebut punya iramanya sendiri.

Hanya sedikit penulis lagu yang bisa menggunakan wordplay dan menghasilkan lagu yang menarik. Dalam dunia musik Pop, artis yang sering menggunakan wordplay dalam lagunya adalah Jason Mraz. Coba Anda dengar lagu-lagu oleh artis ini, dan Anda akan mendengar lirik-lirik yang tidak lazim tetapi sangat kreatif.

Begitu halnya dengan lirik lagu rap. Karena lirik lagu rap biasanya sangat padat (bahkan untuk yang slow rap sekalipun), Anda harus benar-benar kreatif dengan permainan kata Anda. Anda harus mengisi ruang yang ada dengan lirik yang padat, tetapi lirik-lirik itu tidak boleh “kosong” maknanya.

Caranya agar Anda menguasai wordplay ini adalah dengan sering-sering melatihnya dan mendengar lagu rap lain. Seperti Eminem dalam awal karirnya, dia sering membawa buku tulis saat menaiki bis supaya bisa latihan menulis lirik sambil bepergian dalam bis kota.

2. Buatlah lirik-lirik yang visual

Tutorial-tutorial sebelumnya sudah membahas cara menulis lirik lagu yang visual. Lirik yang visual membantu agar imajinasi pendengar Anda terbawa suasana. Dalam lagu rap, lirik yang visual penting agar lirik Anda tidak cepat membosankan.

Karena sifat lirik lagu rap yang padat dan cepat, lirik yang visual bisa menjadi break atau pemutus lirik-lirik yang emosional. Anda bisa juga menggunakan lirik visual untuk bagian rap, lalu menggunakan lirik emosional pada bagian Hook.

3. Masukkan majas metafora dalam lirik Anda

Apakah Anda masih ingat dengan pelajaran Bahasa Indonesia? Menurut Wikipedia, majas metafora adalah “majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis.”

Anda bisa menggunakan analogi suatu hal dengan hal lainnya untuk membuat lirik rap Anda lebih berwarna. Biasanya, kalimat yang mengandung majas metafora adalah kalimat yang memiliki kata sambung “seperti”.

Contohnya:

It’s so insane, ’cause when it’s going good, it’s going great
I’m Superman with the wind at his back

“Love the Way You Lie”
© A. Grant, H. Hafferman, Marshall Mathers

Dalam contoh di atas, sang rapper mengibaratkan dirinya adalah Superman yang melesat di antara angin kencang. Anda juga bisa menggunakan analogi dalam bentuk majas metafora agar lirik lagu rap Anda lebih kena ke orang-orang.

4. Gunakan teknik rima yang silih berganti

Ada beberapa cara rima yang bisa Anda pakai dalam lagu Anda:

  1. Lirik dengan rima yang sama. Rima yang sama adalah yang berima a-a, seperti kucing dan runcing; perawat dan pesawat; dan sebagainya.

  2. Lirik dengan rima yang mirip. Rima yang mirip adalah yang berima tidak persis sama, seperti perahu dan lugu; pelari dan matahari; dan sebagainya.

Ada seorang kawan saya yang hobi membuat puisi. Cara dia menulis puisinya adalah dia selalu mencari rima yang sama. Akhirnya puisi yang ditulisnya terkesan kaku, memaksa, dan kekanak-kanakan (walau puisinya mengandung makna yang bagus).

Seperti puisi, sebuah lagu rap yang bagus menggunakan kedua tipe rima di atas. Namun, yang harus Anda perhatikan adalah seberapa sering Anda menggunakan rima yang sama dan rima yang mirip.

Kira-kira, sebaiknya Anda menggunakan campuran antara keduanya – jangan terlalu sering menggunakan rima yang sama, sesekali gunakanlah rima yang mirip.

5. Buat punch line yang memukau

Sebuah punch line adalah bagian lirik yang paling diingat para pendengar. Anda juga pasti punya lirik favorit dari sebuah lagu. Nah, lirik favorit inilah yang dalam lagu rap disebut punch line.

Sama seperti film yang bagus memilki adegan klimaksnya, Anda bisa mengibaratkan punch line sebagai klimaks dari lagu Anda. Di punch line ini, Anda bisa memasukkan pesan lagu Anda dengan cara yang seunik dan sekeren mungkin. Semakin unik dan keren cara Anda menyampaikannya, semakin lirik itu akan diingat oleh para pendengar Anda.

Agar Anda bisa menulis punch line yang keren, sering-seringlah mendengar lagu lain dan cari lirik-lirik favorit Anda dari lagu itu. Tanyakan kenapa Anda suka lirik itu, dan apa maknanya bagi Anda?

6. Pastikan konten lirik Anda pas dengan musiknya

Nah, ini juga salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan pencipta lagu, yaitu membuat lirik lagu yang ngga nyambung sama musiknya!

Anda juga pasti pernah dengar lagu yang, “Ini musiknya upbeat tapi kok liriknya mellow?”.

Sebenarnya tidak salah juga, tapi biasanya pendengar Anda akan berharap mendengar lirik yang asyik kalau musiknya terdengar upbeat. Dalam lagu rap, hal ini juga penting agar konten lirik Anda sesuai dengan nuansa yang dimainkan musiknya.

Misalkan Anda mendapat musik yang bernada minor dengan instrumen elektronik yang berat, berarti Anda bisa membuat lirik yang dalam dan murung. Sebaliknya, bila musiknya ringan dan seksi, Anda juga bisa membuat lirik yang menyampaikan emosi yang sama.

Yang paling penting adalah: pastikan lirik lagu rap Anda sesuai dengan identitasnya!

Dengan menggunakan ke-6 tips di atas, Anda bisa membuat lirik lagu rap agar lagu Anda lebih unik. Sekarang, tantangannya adalah menemukan seorang rapper yang bagus ngerapnya!

Apa lagi yang ingin Anda tanya tentang cara menulis lirik lagu rap? Apakah Anda pernah membuat lirik lagu rap? Tinggalkan pertanyaan Anda di bagian komentar di bawah.

Tetap Smart Hits!

*Foto oleh Mark Hoekstra

Istilah mesin pencari:

  • cara membuat lirik lagu
  • cara membuat nada lagu
  • cara menulis lirik lagu
  • cara membuat lirik lagu yang bagus
  • lirik lagu rap
  • cara membuat lagu rap
  • lirik rap
  • cara membuat lirik lagu sendiri
  • cara membuat lirik lagu rap
  • langkah-langkah membuat lagu