Satu Formula Jitu yang Bisa Anda Tiru Untuk Membuat Lagu Hits

Kelas Musiktek

Kiri-kanan: Yudi, Philip, Saya, Wulan, Gunawan, Michael

Hari Rabu kemarin, saya baru selesai mengajar kelas Digital Music Production di Musiktek. Lewat mengajar murid-murid angkatan terbaru ini dan membantu menjawab pertanyaan mereka, saya sendiri belajar banyak hal baru. Salah satunya adalah formula lagu hits yang saya tulis di halaman sebelumnya.

Menurut saya, formula lagu hits ini adalah rumus dasar untuk bisa menciptakan lagu yang sukses secara komersial. Seperti saya bilang di episode sebelumnya, songwriting atau membuat lagu adalah langkah paling awal dan sekaligus langkah paling murah dalam formula ini. Artinya, songwriting adalah langkah yang paling efisien – langkah yang membutuhkan modal paling rendah yang bisa menghasilkan perubahan paling besar.

Formula ini memberi bentuk atau wujud nyata terhadap apa yang selama ini saya bilang sebagai kunci lagu hits: energi.

Energi atau momentum atau emosi adalah yang dicari orang-orang ketika mereka mendengar lagu. Mereka tidak begitu tertarik dengan aransemen kelas dunia, atau gitar solo yang meraung-raung dengan kecepatan 180 BPM, ataupun “fitur-fitur” lainnya dalam lagu yang Anda buat. Mereka, orang-orang yang berpotensi membeli lagu Anda, hanya tertarik satu hal: apa yang bisa mereka rasakan.

Dan cara Anda membuat mereka merasa adalah dengan memanipulasi energi dalam lagu.

Seperti apa alur energi di lagu-lagu hits?

Karena tujuan saya disini adalah membantu Anda menulis lagu hits yang laris secara komersial, maka saya harus selalu menggunakan contoh lagu yang hits. Di bawah ini, saya akan memberikan 3 contoh lagu hits: satu lagu internasional yang modern, satu lagu internasional dari 20 tahun yang lalu, dan satu lagu hits dalam negeri (karena tentunya Anda harus punya wawasan juga tentang keadaan pasar masing-masing negara).

Ketika Anda mendengar lagu-lagu berikut, saya ingin Anda mencoba menggambar alur energinya menurut Anda.

Bagaimanakah energinya bergerak? Apakah dia bergerak ke atas? Kapankah dia bergerak kebawah?

Coba Anda perhatikan dari segi melodi dan aransemen.

Bagaimanakah pergerakan melodinya? Di bagian mana melodinya naik? Di segmen mana saja aransemennya bertambah ramai atau dibuat sepi?

Anda siap? OK, sekarang Anda dengarkan ke-3 contoh lagu berikut:

1. Demi Lovato – “Made in the USA”

Salah satu artis yang menurut saya sangat hits dalam kancah internasional saat ini adalah Demi Lovato. Coba Anda simak lagu hits “Made in the USA” berikut. Lagu ini baru dirilis tanggal 17 Juli 2013 kemarin, dan dalam 2 hari sudah diputar sebanyak 3,5 JUTA kali di YouTube:

2. Whitney Houston – “I Will Always Love You”

Menurut tangga lagu Billboard, lagu lawas ini mencapai peringkat lagu paling laris tahun 1993. Kalau Anda generasi yang tumbuh besar di era 90-an (seperti saya), Anda pasti ingat lagu ini – bahkan mungkin Anda hafal!

Lagu ini adalah salah satu lagu terlaris sepanjang masa.

3. Ustad Jeffri Al-Buchori (Alm.) – “Bidadari Surga”

Alhamdulillah, berkah Ramadhan memang luar biasa ya.

Sebenarnya, menurut tangga lagu MelOn, lagu yang sedang menduduki peringkat #1 adalah “Aku Memilih Setia” yang dinyanyikan Fatin Shidqia. Namun, karena ini adalah bulan Ramadhan, saya mengambil contoh lagu “Bidadari Surga” ini yang naik 9 peringkat dalam satu pekan terakhir dan menduduki peringat #3.

Catatan: ini adalah efek dari bulan Ramadhan, dimana orang tiba-tiba berubah jadi mendengarkan lagu-lagu religi. Saya rasa selepas bulan Ramadhan, lagu ini akan turun dan kembali diambil alih oleh lagu-lagu cinta yang galau.

Inilah rumus alur energi lagu hits

Setelah Anda mendengarkan ke-3 contoh lagu di atas, bagaimanakah alur energinya?

Kalau Anda perhatikan baik-baik, Anda akan menemukan sebuah pola. Pola inilah yang kurang lebihnya muncul dalam ke-3 contoh lagu di atas. Pola ini juga yang sering bahkan HAMPIR SELALU muncul di lagu-lagu hits, baik di kancah internasional maupun nasional.

Apakah pola itu?

Pola itu secara gamblang dijelaskan oleh gambar berikut:

Energi Lagu Hits

Sumber asli: Gary Ewer

Gambar ini memvisualisasikan dinamika energi yang terjadi sepanjang lagu:

  1. Energi di bagian Intro mulai pada tingkat yang pertengahan tingginya
  2. Lalu energi di bagian Verse 1 menurun sedikit dibanding Intro
  3. Ketika masuk Chorus 1, energinya meningkat lagi
  4. Dan di Verse 2, energinya turun, tapi masih lebih tinggi dibanding Verse 1
  5. Di Chorus 2, energinya meningkat lebih tinggi dibanding Chorus 1
  6. Saat masuk bagian Bridge, energinya lebih tinggi lagi
  7. Dan di bagian Chorus 3 atau Coda (Chorus terakhir), semua energinya dikeluarkan

Pada bagian terakhir inilah, saya menyebutnya efek “kembang api”. Setiap lagu hits punya efek kembang api ini, yaitu bagian lagu dimana semua instrumen bermain, vokal bernyanyi pada nada paling tinggi, dan emosi pendengar pun memuncak hingga ke tahapan ekstasi.

Bagian kembang api ini HARUS ADA dalam setiap lagu Anda!

Sekarang, coba Anda dengarkan lagi ke-3 contoh lagu di atas, dan gunakan grafik gambar dinamika energi ini sebagai acuan. Apakah ke-3 lagu hits diatas mengikuti kaidah dinamika energi ini, atau mereka “melanggar” kaidahnya?

Satu jurus ini harus Anda gunakan

Sekarang Anda tahu salah satu “rahasia” menulis lagu hits, yaitu membuat alur dinamika energi yang memuncak pada bagian kembang api. Anda tidak perlu aransemen yang rumit, Anda tidak perlu juga kualitas rekaman yang sempurna.

Kembali ke bahasan formula lagu hits di bagian awal, yang Anda butuhkan adalah kekuatan songwriting yang memanipulasi energi ini sehingga membuat para pendengar lagu Anda merasakan emosinya.

Coba ambil salah satu lagu Anda yang menurut Anda paling bagus, dan lihat apakah alur dinamika energinya sudah memenuhi kaidah alur energi lagu hits sesuai gambar di atas. Jika belum, apakah perubahan yang harus Anda lakukan supaya lagu itu memiliki alur dinamika energi yang hits?

Jika Anda sudah melakukan perubahannya, silakan share lagu Anda di grup Facebook Mahir Menulis Lagu dan minta pendapat serta saran dari sesama member!

Tetap Smart Hits!

Istilah mesin pencari:

  • ciri ciri melodi
  • ciri-ciri melodi
  • ciri ciri melodi yang baik
  • ciri ciri melodi yang bagus
  • Ciri-ciri melodi yang baik
  • ciri melodi
  • Ciri-ciri melodi atau lagu yang bagus
  • ciri ciri melodi atau lagu yang bagus
  • Ciri-ciri melodi/lagu yang bagus
  • Melodi penghubung disebut juga

[VIDEO] Cara Membuat Melodi Lagu Dari Lirik

Ada pertanyaan dari pembaca, Mas Cahya Bandits Hunterry’s

Selamat sore … :)

Saya mau nanya, bagaimana cara membuat titi nada pada sebuah lirik.

Thanks :)

Maksudnya, Mas Cahya bertanya bagaimana cara membuat melodi dari sebuah lirik. Ada beberapa member Mahir Menulis Lagu yang bisa menulis lirik, tapi tidak bisa membuat melodi lagu.

Sebenarnya, membuat melodi sangat mudah. Anda tidak perlu punya kemampuan memainkan alat musik untuk bisa menciptakan melodi. Siapapun bisa membuat melodi lagu.

Contohnya, Melly Goeslaw. Melly bisa membuat melodi lagu tetapi tidak bisa memainkan instrumen apapun. Namun, hal itu tidak membuat dia merasa tidak bisa membuat melodi.

Tentunya, kalau Anda bisa memainkan instrumen, hal itu akan semakin memperkuat kemampuan Anda membuat melodi lagu dari sebuah lirik.

Tapi bagaimana caranya?

Nah, dalam video tutorial berikut saya menjelaskan salah satu teknik favorit saya untuk membuat melodi dari lirik lagu. Simak tutorialnya:

Sekarang saatnya Anda latihan.

Ambil lirik yang sudah Anda buat, lalu terapkan teknik seperti yang saya jelaskan dalam video diatas. Anda juga bisa menambahkan pengembangan melodi menggunakan teknik-teknik yang lain.

Setelahnya, Anda bisa share hasil melodi Anda di grup Mahir Menulis Lagu.

Tetap Smart Hits!

Istilah mesin pencari:

  • langkah langkah menyusun lagu
  • cara menggubah lagu
  • cara membuat lagu band
  • cara menulis sebuah lagu
  • metode membuat lagu
  • menggubah lagu
  • gimana cara buat lagu
  • mencipta lagu
  • cara mudah mencipta lagu
  • contoh metode memproduksi musik

3 Cara Menambah Melodi di Bagian Vokal Kosong

Ada pertanyaan dari pembaca (yang meminta namanya dirahasiakan):

“Saya sedang belajar bermain musik. Sepertinya saya punya talenta yang payah dalam hal musik.

Permasalahan saya ketika bermain musik adalah kesulitan mencari nada penghubung antara satu vokal dengan vokal berikutnya.

Misalnya, saya ingin memainkan gitar sambil menyanyikan lagu Let It Be Me (by Everly Brothers). Saya bisa dengan mudah menemukan nada-nada melodisnya.

Tetapi, sebagaimana kita sama-sama tau, tentulah dalam musik nada-nada melodi itu tidaklah cukup. Saya perlu mengisi nada/suara musik di antara kekosongan vocal atau suatu lagu.

Tentu saja kita tidak cukup hanya menekan dan memanjang-manjangkan suara not musik melodinya, atau nada-nada penghubung antara satu baris kalimat/kalimat dengan baris lirik/kalimat lain. Di bagian ini kita perlu mengisi suara not baru sehingga terdengar sebuah untaian melody yang indah.

Nah, yang ingin saya tanyakan adalah, kita-kira apa tips dan trik untuk mengisi bagian tersebut? Saya mencoba menambahkan nada-nada yang lebih rendah. Tetapi rasanya kok seperti banyak sekali kejanggalan-kejanggalan ya?

Jika email ini ditampilkan diblognya, nama saya gak usah ditampilkan ya, malu, sudah tua masih belajar dasar. ;) Just info, saya belajar gitar dan piano.”

OK, aturan pertama: tidak ada kata “sudah tua” dan masih belajar dasar.

Justru, seorang yang disebut “pakar” adalah orang yang terus menerus belajar dasar-dasar sebuah ilmu, dan menguasainya. Apabila ada orang yang merasa dia sudah tidak perlu belajar yang “dasar” lagi, itu artinya dia sudah sombong dan ilmunya akan lepas dari dirinya.

Jadi, tidak ada kata telat untuk belajar musik, dan justru belajar yang dasar adalah bagian terpenting!

Untuk menjawab pertanyaan pembaca di atas, mari dengarkan lagu yang menjadi referensinya:

Setelah mendengarkan lagunya, inilah kesan pertama saya:

  1. Belum tentu bagian kosong dari sebuah lagu perlu ditambahkan melodi penyambung atau pengisi. Anda harus memahami apa emosi dari lagu tersebut, dan menyesuaikan improvisasi melodi Anda.
  2. Khusus untuk lagu ini, karena temponya yang ballad, pengisian melodi yang terlalu sering di bagian vokal tidak bernyanyi justru bisa membuat lagunya terlalu ramai. Hasilnya, kesan romantis lagu ini bisa tercemar oleh melodi yang ditambah-tambahkan.

Jadi, yang paling penting adalah bisa mengetahui kapan Anda menambahkan melodi, dan kapan Anda membiarkan adanya “ruang nafas” dalam lagu Anda.

Studi kasus:

Saya pernah mendengar lagu band pop rock Indonesia yang liriknya romantis dan temponya menengah pelan, tapi drummernya begitu antusias memberikan fill rock di hampir setiap transisi bar.

Akibatnya, lagu itu jadi lemah identitasnya, terjebak canggung antara tidak romantis dan tidak cadas juga.

Setelah Anda memahami kapan dan dimana untuk memasukkan melodi improvisasi, barulah Anda bisa mengetahui bagaimana saja cara untuk menambahkannya.

Cara menambahkan melodi improvisasi

1. Meniru melodi vokal

Anda bisa mengisi ruang kosong vokal dengan memainkan melodi yang sama yang dinyanyikan vokal. Teknik ini disebut call and response, dan dalam aplikasinya terkadang fungsi piano atau gitar bisa juga digantikan dengan backing vocal.

2. Mengulang bagian hook

Anda juga bisa mengisi ruang kosong dengan mengulang hook dari lagu. Hook adalah bagian lagu atau sekeping melodi yang paling “catchy”. Biasanya hook ini terletak di intro atau di awal Chorus – Anda ambil bagian ini lalu “selipkan” kepingan melodi tersebut di bagian-bagian lagu yang kosong.

*Saya membahas lebih lengkap tentang hook dalam e-book gratis “16 Tips Menulis Lagu”.

3. Mengisi dengan pattern yang sudah ada

Salah satu jurus lainnya yang sering dipakai organis tunggal adalah mengisi dengan menambahkan fill atau pattern yang sudah dibuat sebelumnya (alias sudah ada dalam kitab “jurus” bermain piano).

Menurut pengalaman saya inilah cara yang paling sering dipakai pemain piano. Caranya adalah Anda sedikit demi sedikit mulai membangun “perpustakaan” fill dan pattern Anda, lalu menggunakannya saat Anda sedang tampil atau membuat lagu.

Untuk tips lebih lengkapnya, Anda bisa menyimak video berikut dari salah satu tutor piano favorit saya di YouTube, David Sprunger:

Itulah 3 cara Anda bisa menambahkan melodi improvisasi di bagian vokal kosong sebagai penyambung antara kalimat atau juga antara bagian lagu (seperti Verse ke Chorus).

Tugas berikutnya adalah Anda memakai salah satu dari ke-3 cara tersebut untuk membuat lagu Anda.

Tetap Smart Hits!

Istilah mesin pencari:

  • melodi penghubung disebut
  • cara improvisasi piano
  • ciri-ciri melodi yang bagus
  • improvisasi piano
  • cara improvisasi lagu
  • Cara cara bikin lagu
  • bagaimana cara menulis lagu
  • ciri melodi yang bagus
  • ciri melodi yang baik
  • cara improvisasi melodi gitar