Chord yang Sering Dipakai dalam Lagu Pop

Beberapa dari teman-teman yang membaca blog Tulis Lagu ini rajin menanyakan pertanyaan. Mulai sekarang saya akan membuat artikel periodik yang langsung menjawab pertanyaan teman pembaca, berdasarkan kata-kata yang sering dicari. Salah satu pertanyaan yang menarik untuk pekan ini adalah:

Chord apa yang sering dipakai dalam chord lagu pop?

Seperti kita ketahui, musik pop adalah musik yang cenderung ditulis untuk motivasi komersial (menjual). Meski begitu, ketika kita melihat sejarah musik ternyata musik pop itu sangat beragam. Pada masa sekitar tahun 1920-an musik yang dianggap populer adalah musik jazz – suatu gaya musik yang kita anggap salah satu yang paling berkelas (dan rumit) saat ini! Lanjut ke dekade-dekade berikutnya dimana musik rock and roll menjadi musik pop pada era awal 1950-an, disko pada dekade 1980-an, hingga musik “pop” era 1990-an yang cenderung manis dan pelan (atau istilahnya slow hits), dan sekarang pada era 2000-an musik yang dianggap “pop” adalah musik dance/electronica.

Tentunya perkembangan musik populer tidak lepas dari perkembangan teknologi (penemuan gitar listrik menghasilkan musik rock and roll atau teknologi digital mempopulerkan penggunaan musik berbasis sampling); tetapi perangkat harmoni dan melodi yang digunakan tetap sama. Setiap gaya musik memiliki kosakatanya masing-masing (contohnya musik dance memiliki pergerakan harmoni yang minimal, beda dengan musik pop era 1990-an yang lebih bergerak secara harmonis). Namun untuk gaya musik pop yang beredar selama 10 – 20 tahun terakhir, chord lagu pop yang digunakan pada dasarnya adalah chord-chord diatonis.

Apakah Chord Diatonis?

Chord diatonis adalah chord yang tersusun dari triad not-not dalam satu skala yang bersangkutan. Sehingga berdasarkan definisi itu kita juga memiliki not-not diatonis – yaitu not-not yang ada dalam sebuah skala tertentu. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat contoh berikut:

Sebagai contoh, skala C Mayor memiliki not-not diatonis:

C – D – E – F – G – A – B – C’

Not-not ini kita dapatkan menggunakan rumus skala Mayor. Chord diatonis bisa kita susun menggunakan triad yang terdiri dari not-not diatonis tersebut. Dalam skala C Mayor, chord-chord diatonis adalah:

C Mayor Piano Keyboard

C – E – G atau C Mayor (C)

D Minor Piano Keyboard

D – F – A atau D Minor (Dm)

E Minor Piano Keyboard

E – G – B atau E Minor (Em)

F Major Piano Keyboard

F – A – C’ atau F Mayor (F)

G Major Piano Keyboard

G – B – D’ atau G Mayor (G)

A Minor Piano Keyboard

A – C – E atau A Minor (Am)

B Diminished Piano Keyboard

B – D – F atau B Diminished (Bdim)

Dalam rumus chord lagu pop masa sekarang, chord-chord diatonis inilah yang biasanya digunakan untuk mengkomposisi sebuah lagu. Tentunya, semakin luas kosakata musikal yang kita gunakan, semakin ekspresif lagu yang bisa kita hasilkan. Tetapi dengan seperangkat chord diatonis seperti diatas, sudah sangat bisa menjadi bekal untuk menulis lagu yang bagus.

Contoh progresi chord diatonis dalam lagu pop:

C – G – Am – F – G

C – Am – G – F – C

Am – F – C – G

Temukan progresi chord diatonis lain yang menyenangkan untuk teman-teman! Bagikan pengalaman teman-teman mengkomposisi sebuah lagu menggunakan chord diatonis!

Apakah chord musik pop terbatas pada chord diatonis? Tidak! Berikutnya kita akan melihat penggunaan chord-chord lain untuk memperkaya khasanah musikalitas kita!

Istilah mesin pencari:

  • chord lagu melow
  • chord lagu tahun 2000an
  • Pasangan chord keyboard
  • kunci gitar lagu pop slow
  • kunci gitar lagu pop
  • kunci gitar lagu tahun 2000an
  • chord gitar lagu tahun 2000an
  • kunci gitar lagu slow
  • not pianika ekspresi
  • kord lagu tahun 2000an

Comments

  1. atxaxque says

    makasih.. sangat membantu

Leave a Reply