Tanya Jawab: Bagaimana Contoh Aransemen Lagu yang Bagus?

Ada pertanyaan dari pembaca, Mas Herman Cyril:

Bang Endy, ada tips buat mengaransemen sebuah lagu ngga Bang?

Tentu ada!

Aransemen lagu yang bagus penting untuk membuat lagu Anda lebih bagus. Aransemen yang bagus berfungsi menambah warna agar lagu Anda lebih kaya, lebih berdimensi.

Lalu bagaimana contoh aransemen lagu yang bagus?

Contoh aransemen lagu yang bagus dari Bobby OwsinskiUntuk menjawab pertanyaan ini, saya menyadur tips cara aransemen musik dari Bobby Owsinski. Tips dari Bobby Owsinski ini terdapat di bukunya “How to Make Your Band Sound Great” (Amazon link).

Aransemen lagu yang bagus terdiri dari 5 elemen

Contoh aransemen lagu yang bagus sebenarnya memiliki jumlah elemen yang terbatas. Hanya ada sejumlah tertentu instrumen yang berbunyi pada satu saat yang sama.

Yang dimaksud elemen bisa berupa instrumen tunggal seperti lead guitar atau vokal. Elemen bisa juga terdiri dari sebuah kelompok instrumen seperti bass dan drum, gitar yang di-dobel, kelompok backing vocal, dan sebagainya.

Umumnya, satu grup instrumen yang memainkan irama yang sama disebut sebagai satu elemen. Contohnya: gitar melodi dan vokal adalah satu elemen yang sama. Begitu juga halnya vokal yang ditambah dengan harmoni vokal disebut elemen yang sama.

Namun, dua gitar melodi yang memainkan melodi yang berbeda tidak disebut sebagai satu elemen. Begitu juga halnya lead guitar dan rhythm guitar adalah dua elemen yang terpisah.

Setelah Anda memahami apa itu elemen, Anda bisa mulai membuat aransemen dengan kelima elemen aransemen musik berikut.

1. Buat fondasi yang kuat dengan drum dan bass

Fondasi adalah dasar atau tulang punggung sebuah lagu. Instrumen yang termasuk fondasi biasanya adalah bass dan drum. Instrumen lain yang bisa termasuk fondasi adalah rhythm guitar atau keyboard jika kedua instrumen ini memainkan irama yang sama dengan rhythm section.

Contoh aransemen lagu seperti ini adalah untuk power trio, yaitu band yang terdiri dari satu drum, satu bass, dan satu gitar. Dalam formasi ini, bagian fondasi hanya dimainkan oleh drum sementara bass memainkan bagian yang lain agar suara bandnya lebih penuh.

2. Tambahkan pad untuk sound nge-block

Sebuah pad adalah not atau kord panjang yang ditahan. Pada masa sebelum ada synthesizer, Hammond Organ sering dipakai sebagai sound untuk pad, yaitu sound yang dimainkan secara nge-block. Fender Rhodes juga menjadi instrumen favorit untuk memainkan sound pad.

Namun, pada masa sekarang sebagian besar sound pad dihasilkan oleh synthesizer. Selain synthesizer, biola atau gitar elektrik bisa juga membuat sound pad.

Dalam contoh aransemen lagu yang bagus, biasanya sound pad ini yang memainkan bagian harmoni (progresi kord) sebuah lagu.

3. Buat bagian ritme yang seru

Rhythm atau ritme adalah instrumen yang bermain counter terhadap elemen fondasi. Maksudnya counter adalah elemen ritme “membalas” apa yang dimainkan elemen fondasi.

Contoh aransemen lagu ini bisa berupa shaker atau tamborin yang dimainkan secara double time (seakan-akan temponya dua kali lipat). Contoh lainnya termasuk gitar yang digenjreng pada back beat (tempo hitungan 2 dan 4), dan conga yang memainkan irama Latin.

Elemen ritme ini sangat penting untuk menambah excitement atau keasyikan sebuah lagu.

4. Masukkan elemen lead yang dominan

Yang termasuk elemen lead adalah vokal, atau instrumen solo. Biasanya elemen lead ini adalah yang paling dominan ketika dia ada.

Fungsi elemen lead adalah memainkan melodi. Melodi inilah yang diingat dan disenandungkan oleh para pendengar Anda.

5. Buat aransemen Anda lebih berisi dengan Fills

Fills atau isian biasanya terjadi di ruang antara pergerakan melodi instrumen lead. Fill ini bisa Anda anggap sebagai “jawaban” melodi yang dimainkan elemen lead.

Fills ini bisa dimainkan oleh gitar elektrik atau backing vocal yang membalas vokal utama.

Batasi penggunaan elemen dalam aransemen Anda

Sebagian besar aransemen memiliki kelima elemen ini. Namun, jarang ada aransemen yang menghadirkan kelima elemen ini semuanya pada saat yang bersamaan. Bila ada lebih dari lima elemen, pendengar akan bingung mendengar lagu Anda karena terlalu ramai bunyinya.

Kesimpulan tips contoh aransemen lagu yang bagus di atas adalah:

  1. Usahakan agar aransemen Anda hanya memiliki maksimal empat dari kelima elemen diatas yang berbunyi bersamaan
  2. Elemen yang biasanya selalu ada adalah fondasi (seperti drum dan bass), dan lead (seperti vokal)
  3. Elemen-elemen yang lain bisa Anda keluarkan dan masukkan pada saat-saat tertentu untuk membuat aransemen Anda lebih hidup
  4. Buatlah aransemen yang semakin lama semakin meningkat. Contohnya, aransemen pada bagian Verse lebih sepi dibanding bagian Chorus. Untuk membuat Chorus lebih ramai, Anda bisa menambahkan elemen ritme atau fills.

Bagaimana Anda bisa menggunakan tips dari Bobby Owsinski ini untuk memperbagus aransemen lagu-lagu Anda? Silakan tinggalkan ide-ide Anda di bagian komentar di bawah.

Tetap Smart Hits!

Istilah mesin pencari:

  • Aransemen lagu
  • contoh aransemen lagu
  • cara aransemen lagu
  • contoh aransemen lagu daerah
  • aransemen lagu daerah
  • lagu aransemen
  • contoh lagu aransemen
  • contoh aransemen
  • cara membuat aransemen lagu
  • contoh aransemen musik

Comments

  1. SS says

    Kalau arrasemen lagu supaya enak dimainkan instrumentalia (mis: piano only), gimana ya caranya?

    • says

      Bisa dengan mengambil nada melodinya lalu dimainkan dengan tangan kanan di piano, ditambah dengan chordnya dimainkan dengan pattern pada tangan kiri. Supaya lebih bagus lagi gunakan juga fill fill diantara bagian melodi.

      Salam.

  2. murry says

    mau nanya nih mas endy saya beberapa bulan yang lau sudah ikin lagu ,tapi lagu saya cma di arensemen dengan gitar saja alias masih genjreng2 yang mau saya tanyakan gmna sih buat arensemen lagu yang sudah ada gnrenya misalnya pop brubah ke akustik ataw pop ke rock trus gmna sih atau ada gag cara nya secara teori dan juga ilmu musik, thankkz.

    • says

      Halo Mas Murry,

      Pasti ada caranya, karena pada dasarnya nada-nada dan lirik itu adalah “bahan dasar”. Seperti masakan, beras bisa disulap jadi nasi goreng atau lemper atau nasi kuning dan sebagainya.

      Nah begitu pula di musik, melodi yang sama bisa diaransemen dengan berbagai gaya sesuai selera. Untuk teorinya terlalu panjang saya bahas di komentar, mungkin akan saya buat tutorialnya.

  3. yunan says

    sama bingungnya heheheee

Trackbacks

Leave a Reply