3 Unsur yang Harus Didengarkan ketika Menulis untuk Suatu Genre

Ada pembaca bertanya:

“apa tips-tips untuk membuat lagu boyband?”

Seringkali, seorang penulis lagu mengalami kesulitan ketika ia diminta menulis lagu dalam suatu genre tertentu. Setelah ia selesai menulis apa yang ia kira sebagai lagu Boyband, bisa jadi sang penulis kemudian mendengarkannya kembali dan merasa masih kurang greget untuk disebut lagu Boyband.

Untuk itulah ketrampilan membedah lagu dibutuhkan: supaya Anda bisa mengintisarikan unsur-unsur terpenting dalam satu genre, dan memasukkannya ke dalam ramuan Anda sendiri.

Awal membedah lagu dimulai dari banyak mendengarkan lagu-lagu artis lain yang satu genre dengan yang kita targetkan.

Jika Anda ingin menulis lagu Boyband seperti kasus di atas, maka Anda membutuhkan beberapa referensi lagu Boyband yang unggulan. Juga jika Anda ingin lagu Boyband yang Old Skool, akan berbeda dengan lagu Boyband yang modern, sehingga disini wawasan musikalitas Anda sangat berperan besar.

*Klik disini untuk baca tips memperluas wawasan musikalitas Anda.

Setelah mendengarkan, berikutnya Anda harus mencari bagaimana feel dari lagu-lagu tersebut. Sebaiknya lagu Anda memiliki feel yang sama dengan lagu referensi Anda.

Selain gambaran besar feel, ada 3 unsur lebih rinci yang perlu Anda perhatikan untuk mendapatkan analisis yang lebih lengkap:

1. Bagaimanakah struktur lagunya?

Setiap genre lagu memiliki struktur umumnya masing-masing.

Contohnya, untuk lagu pop salah satu struktur yang paling populer adalah Verse – Chorus – Verse – Chorus – Bridge – Chorus. Sedangkan untuk lagu Blues atau Jazz, struktur dinamakan menggunakan Seksi A dan B seperti A – A – B – A.

Perhatikan struktur lagu referensi, lalu periksa apakah lagu Anda juga menggunakan struktur yang sama?

2. Instrumen apa saja yang digunakan?

Masing-masing genre memiliki instrumen dominannya.

Seperti Metal yang dominan dengan gitar elektrik distorsinya, Blues yang lebih menonjolkan gitar elektrik clean atau crunch, atau Electronic Music yang menggabungkan synthesizer dengan drum machine.

Perhatikan lagu referensi Anda, lalu tulislah instrumen apa saja yang digunakan dalam aransemennya – selain membantu Anda memiliki sound yang lebih populer sesuai genre, analisis instrumentasi ini akan membantu juga inspirasi untuk aransemen Anda.

3. Bagaimana groove dari lagu?

Groove atau irama lagu juga turut menentukan genre, seperti Waltz yang memiliki irama 3/4. Contoh lain adalah Dance Music yang sering menggunakan irama 4/4 dengan pola four-on-the-floor. Musik Rock biasanya menggunakan pola Straight 8, sedangkan musik Jazz suka menggunakan pola Shuffle.

Dengarkan groove atau irama yang digunakan dalam lagu referensi Anda, dan adaptasikan untuk digunakan dalam lagu Anda sendiri.

Dengan memeriksa ke-3 unsur ini, Anda akan memiliki wawasan musik yang lebih familiar dengan genre yang Anda targetkan sehingga Anda pun bisa membuat lagu yang terdengar fasih di genre yang sama!


*Silakan berikan pendapat atau pertanyaan Anda tentang unsur-unsur dalam suatu genre di bagian komentar di bawah.
*Share tutorial ini dengan teman Anda untuk mendukung perkembangan songwriting di Indonesia!
*Klik disini untuk dapatkan tutorial gratis tips dan teknik lagu hits dengan bergabung ke program tutorial Mahir Menulis Lagu

Istilah mesin pencari:

  • dampak positif dan negatif aransemen
  • irama waltz
  • contoh lagu 3/4
  • pengertian irama waltz
  • contoh lagu pop 3/4
  • unsur musikalitas
  • unsur unsur musikalitas
  • arti lagu waltz
  • lagu yang berirama 3/4
  • pola ritme 3/4

Apakah Beat, Bar, Time Signature, dan Tempo dalam Lagu?

Ketika saya sedang mencari inspirasi untuk menulis artikel pekan ini, seorang pembaca blog Tulis Lagu bertanya “Apa bar dalam lagu?”. Pertanyaan tersebut bagus, karena penting bagi seorang penulis lagu memahami struktur lagu sama seperti seorang penulis memahami struktur bahasa. Struktur sebuah lagu terdiri dari 3 unsur utama: melodi, harmoni, dan ritme. Artikel pekan ini akan membahas tentang struktur ritme sebuah lagu.

Ritme dalam musik sama seperti pemenggalan kata dalam bahasa kita sehari-hari. Dalam bahasa, kita menggunakan koma, titik, kalimat, dan paragraf untuk menyampaikan ide, dan penggunaan unsur-unsur ini yang semakin efektif semakin membuat ide tersebut mudah diterima. Dengan analogi yang sama, sebuah lagu menggunakan frase dan bait untuk memenggal lirik, dan menggunakan struktur ritme untuk memenggal musik. Struktur ritme terdiri dari empat elemen sebagai berikut (beserta penjelasannya):

1. Beat. Beat atau Irama adalah ketukan, seperti 1-2-3-4, yang biasa kita hitung ketika memainkan atau mendengar sebuah lagu. Beat membagi sebuah frasa menjadi bagian-bagian yang seragam, dimana satu beat nantinya bisa dibagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil bila dibutuhkan.

Contoh: dalam birama 4/4, satu beat sama dengan satu ketukan, sehingga satu bar birama berisi 4 beat.

2. Bar. Bar adalah frase musik dalam lagu, yang terdiri dari beberapa beat. Satu bar pada lagu komersial umumnya memiliki 4 beat, sehingga terdiri dari 4 ketukan. Bagian-bagian lagu seperti Verse dan Chorus, biasanya diukur menggunakan bar: Verse umumnya selama 8 hingga 16 bar, dan begitu juga dengan Chorus.

Contoh: dalam birama 4/4, satu bar sama dengan 4 beat atau ketukan. Frase 16 bar berarti memiliki 64 beat.

3. Time Signature. Time signature atau tanda waktu menandakan berapa banyak beat dan selama apa beat tersebut dalam satu bar.

Contoh: Time signature lagu komersial umumnya 4/4, yang berarti ada 4 beat dalam satu bar, masing-masing selama satu kali not 1/4. Time signature lain yang umum digunakan (terutama untuk lagu rock) adalah 6/8, yang berarti ada 6 beat dalam satu bar, masing-masing selama satu not 1/8. Time signature lain, meski tidak dipakai sesering kedua sebelumnya, digunakan untuk jazz swing, yaitu 3/4.

4. Tempo. Tempo menandakan seberapa cepat lagu dimainkan. Istilah modern untuk tempo adalah BPM atau Beats per Minute, yaitu berapa banyak ketukan yang terjadi dalam waktu 60 detik. Dalam pengetahuan musik klasik, tempo ditandai dengan istilah-istilah bahasa Italia seperti Adagio, Allegretto, dan Presto, yang masing-masing memiliki kecepatan tertentu. Namun, untuk produksi musik modern menggunakan piranti lunak, lebih mudah menentukan kecepatan lagu menggunakan BPM.

Contoh: Lagu bertempo Allegretto sama dengan 100 BPM. Artinya, dalam 60 detik, terjadi not 1/4 sebanyak 100 kali, untuk birama 4/4.

Struktur ritme sama pentingnya untuk menentukan suasana dan mood dari lagu seperti melodi dan harmoni. Gabungan melodi harmoni yang minor, dengan ritme yang lambat, memberikan kesan sedih dan kontemplatif, sedangkan dengan ritme yang cepat, memberikan kesan gelap dan berbahaya (seperti dalam musik heavy metal).

Sudahkah kamu memanfaatkan kontribusi ritme yang tepat untuk lagu-lagu kamu? Coba mainkan lagu ciptaan kamu menggunakan tempo yang berbeda, atau time signature yang berbeda, dan rasakan perbedaannya? Apakah lebih tepat, atau lebih tidak tepat?

*Tolong share tutorial beat, bar, time signature, dan tempo ini ke teman-teman Anda melalui Facebook, Twitter, atau email. Dukungan Anda sangat membantu saya menghasilkan tutorial yang lebih bagus!
*Klik disini untuk berlangganan tutorial gratis menulis lagu dan dapatkan tips lainnya tentang cara membuat lagu.
*Silakan tinggalkan komentar Anda tentang beat, bar, time signature, dan tempo dibawah.

Istilah mesin pencari:

  • contoh irama
  • cara membuat birama
  • contoh birama
  • cara membuat irama lagu
  • cara menentukan birama lagu
  • contoh lagu birama 3/4
  • pola ritme birama 4/4
  • cara menentukan birama
  • contoh irama musik
  • contoh ritme