Tanya Jawab: Bagaimana Prosedur Membuat Jingle Dari Awal Sampai Akhir?

Ada pertanyaan dari teman komposer saya, Mas Angga Pratama Kurniawan:

“Kalau Mas ada order (jingle), boleh lihat proses pembuatannya dari awal sampai akhir? Mau tahu proses produksinya.”

Berlanjut dari tutorial sebelumnya yang membahas 3 bagian penting sebuah iklan, apa langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan?

Ingat: menjual jasa pembuatan jingle adalah salah satu sumber penghasilan tertinggi bagi musisi. Hal ini karena untuk membuat jingle iklan dibutuhkan skill yang spesifik.

Skill spesifik ini adalah kemampuan membuat musik yang pas dengan keinginan klien, dan pas juga dengan gambar iklan yang telah disyuting.

Lalu bagaimana dengan proses produksi atau cara membuat jingle?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, Anda perlu tahu ada 2 prosedur atau runutan untuk membuat jingle:

  1. Bila musik yang Anda buat mengikuti gambar, berarti Anda menunggu gambar terlebih dulu
  2. Bila gambarnya mengikuti musik yang Anda buat, berarti Anda buat musiknya dulu

Maksudnya gambar mengikuti musik yaitu seperti acara musikal. Contoh acara televisi musikal adalah High School Musical dimana adegan disyuting mengikuti musik yang sudah jadi.

Contoh iklan televisi yang syutingnya mengikuti musik adalah “Herborist” yang dibintangi Ayu Ting-Ting:

Bisa Anda lihat, pada bagian kedua Ayu Ting Ting berdansa dan bernyanyi mengikuti musik jinglenya? Ini berarti Anda harus membuat musiknya dulu, baru Ayu Ting Ting dan timnya syuting sesuai lagu.

Namun, dari pengalaman saya jenis iklan yang lebih sering dibuat adalah tipe pertama. Ini adalah jenis iklan dimana gambarnya disyuting dulu baru musiknya dibuat setelahnya. Contohnya seperti iklan “Pop Ice” berikut:

Meskipun terdapat adegan berdansa dalam iklan ini, tetapi musiknya dibuat setelah gambarnya disyuting. Jadi, tim musisi harus menyesuaikan tempo dengan gerakan gambar.

Sekarang saya akan menjelaskan tahapan proses produksi sebuah jingle secara umum.

1. Pertama, Anda mendapat gambar offline dari agensi iklan

Saat membuat konsep iklan, pihak agensi membuat cerita iklannya menggunakan sebuah storyboard. Kalau Anda pernah melihatnya, storyboard adalah lukisan dalam bentuk komik yang menjelaskan alur cerita. Storyboard ini berfungsi supaya sang sutradara mendapat gambaran bagaimana ia harus merekam adegan saat syuting.

Contoh storyboard:

Contoh storyboard

Storyboard yang sudah direkam inilah yang kemudian disunting oleh tim editor video menjadi apa yang disebut gambar offline.

Gambar offline adalah iklan yang sudah direkam adegannya, tetapi masih dalam bentuk mentah. Ibaratnya kalau dalam musik, belum dimixing.

Gambar offline ini masih kasar, dan kalau iklannya menggunakan animasi 3 dimensi, animasi tersebut belum ada dan diganti sementara dengan tulisan “Animasi 3D” atau semacamnya. Biasanya tipe iklan yang memakai animasi 3D adalah produk anak-anak seperti iklan Kodomo berikut:

Bisa Anda bayangkan bagaimana bentuk gambar offlinenya, tanpa animasi?

Yang ada hanyalah kakak-beradik itu berpakaian handuk, berlarian di lahan kosong green screen dan berpura-pura mereka ditemani binatang-binatang ramah yang bisa bicara.

Anda sebagai musisi harus bisa membayangkan bagaimana suasana taman bermainnya, tanpa melihat animasinya (karena belum selesai dibuat). Biasanya tim editor video akan menempelkan gambar atau foto-foto untuk referensi visual agar Anda bisa memberikan musik yang pas dengan nuansa sesuai konsepnya.

Hasil dari langkah pertama ini adalah Anda membuat musik draft pertama yang disesuaikan dengan gambar offline.

2. Kedua, Anda merekam singer dan/atau voice over

Ada catatan penting tentang membuat musik jingle. Seringkali, Anda harus membuat minimal 2 alternatif musik sesuai referensi yang diberikan agensi bersama dengan gambar offline. Hal ini agar agensi punya pilihan mana musik yang lebih sesuai keinginan mereka.

Setelah Anda menyerahkan musiknya, langkah selanjutnya adalah merekam singer dan/atau voice over kalau ada.

Singer dibutuhkan ketika ada jingle yang dinyanyikan (seperti jingle Fruitaman), dan voice over dibutuhkan ketika ada tokoh yang diperankan atau announcer untuk produk.

Ketika Anda membuat musik, Anda bisa membuatnya sendiri (tanpa supervisi dari agensi iklan). Anda bisa mengirim hasilnya via email, dan agensi akan membalas kalau ada revisi yang mereka inginkan.

Tetapi, dalam hal merekam singer atau voice over biasanya agensi akan hadir saat rekaman di studio. Hal ini karena mereka ingin singer atau voice over punya karakter tertentu, seperti ceria atau genit.

Ini adalah catatan penting: banyak agensi yang sangat spesifik tentang cara mengucap suku kata dan ekspresi dari ucapannya. Jangan kaget kalau Anda menghabiskan 3 jam dalam studio hanya merekam satu kalimat saja!

Saya pernah mengalami kejadian:

Ada produk makanan ringan yang menggunakan artis girl band sebagai endorser. Ke-5 personil girl band ini datang ke studio sekitar jam 03.00 sore untuk merekam jinglenya. Proses rekamannya tidak lama, paling sekitar 2 jam untuk 5 personil dengan durasi iklan 30 detik.

Namun, kami baru bisa pulang dari studio jam 00.00 malam!

Hal ini karena hasil rekaman vokalnya harus dikirim ke klien perusahaan (pihak dari produsen makanan ringan tersebut). Ternyata si ibu satu ini sedang bepergian ke Singapura, dan tidak bisa mengecek hasil via email selama 1 jam.

Setelah menunggu satu jam, barulah si ibu memberikan umpan balik apa yang perlu direvisi. Tetapi, ternyata file yang dikirim oleh agensi salah, sehingga harus mengirim ulang dan menunggu 1 jam lagi.

Setelah menunggu dari jam 6 sore hingga 10 malam, barulah para girl band itu bisa rekaman lagi untuk merevisi bagian yang perlu diperbaiki. Jadi bisa Anda bayangkan seberapa tidak efisiennya proses revisi kalau agensi atau klien perusahaan tidak hadir di studio.

Oleh karena itu, Anda bisa membuat jingle lebih cepat kalau agensi dan klien perusahaan ada di studio ketika proses rekaman singer atau voice over.

3. Anda menerima gambar online untuk final mixing

Setelah Anda selesai membuat musik dan merekam singer atau voice over, berarti Anda sudah punya bentuk kasar dari jingle iklan. Agensi akan menyerahkan hasil ini kepada klien perusahaan untuk dicek apakah ada yang perlu direvisi.

Pada saat yang bersamaan, hasil kasar ini dikirim juga ke tim editor video. Tim ini akan menyelesaikan gambar bentuk akhir, yang disebut gambar online. Gambar online ini sudah diedit lebih bagus, lengkap dengan efek visual dan animasi 3D bila ada.

Gambar online ini adalah gambar yang akan tayang di televisi (bila tidak ada revisi). Anda akan diberi gambar online untuk melakukan final mixing, yaitu dimana Anda menyatukan antara ketiga elemen: musik, voice over, dan sound effect.

Biasanya, saat final mixing ini semua pihak yang terlibat akan datang ke studio Anda.

  1. Agensi datang, mungkin bersama pihak Production House (atau sebaliknya)
  2. Singer dan voice over talent Anda datang untuk jaga-jaga kalau ada revisi
  3. Klien dari perusahaan datang (biasanya terakhir) untuk memastikan semuanya sudah sesuai keinginan mereka.

Pada tahap ini, skill kepribadian Anda jauh lebih penting daripada skill bermusik Anda! Hal ini karena seringkali yang terjadi saat final mixing adalah masing-masing pihak mementingkan keinginan pribadinya.

Contohnya, bisa jadi agensi yang merasa paling kreatif ingin menambahkan sebuah ide lebih keren. Namun, pihak klien perusahaan menginginkan sesuatu yang beda karena lebih pas dengan kampanye marketing mereka.

Bisa jadi juga, Anda akan bertemu dengan agensi atau klien yang terlalu detail permintaannya.

“Itu not bassnya kok minor ya?” (padahal not bassnya cuma satu, bukan kord)
“Itu gitarnya kurang mirip sama musik referensi!” (padahal tidak dikasih budget untuk rekam gitar live)
“Nah, ini tadi vokal yang saya maksud!” (padahal belum disentuh dan kembali ke versi semula)

Anda harus tetap tenang dan menangani permintaan mereka secara elegan. Kalau memang tidak bisa (atau permintaan mereka terlalu aneh), jelaskan secara baik-baik. Enjoy saja – biarkan kejadian-kejadian ini menjadi pengalaman suka duka Anda mencari nafkah sebagai musisi.

Apakah Anda ingin menjadi musisi jingle maker?

Setelah semua pihak memberikan restu mereka, tugas Anda sebagai musisi dan sound engineer sudah selesai. Selanjutnya Anda tinggal memberikan tim video editor file audio master, untuk mereka gunakan dalam proses restriping.

Proses restriping adalah dimana video dan audio disatukan untuk dijadikan master yang dikirim ke stasiun-stasiun televisi. Hasil restripe inilah yang muncul di televisi dan Anda lihat sehari-harinya.

Secara keseluruhan, rantai pembuatan musik untuk iklan ini bisa sangat singkat, bisa sangat lama.

Saya pernah membuat musik iklan dari nol sampai bungkus dalam waktu 1 hari (dari terima gambar, buat musik, rekam singer, rough mixing, revisi klien, final mix). Ada juga dimana 3 bulan kemudian iklannya belum tayang-tayang karena masih direvisi terus.

Meskipun begitu, membuat musik iklan adalah pekerjaan yang menyenangkan:

  1. Anda bisa memperluas wawasan musik Anda karena mengerjakan berbagai jenis musik
  2. Anda bisa mendapat kepuasan tersendiri ketika berhasil memberikan keinginan klien

Selain itu, tentunya Anda juga mendapat sumber pemasukan yang cihuy! Gunakan tips membuat jingle ini untuk menambah penghasilan Anda sebagai musisi.

Bagaimana dengan Anda, apakah Anda ingin menjadi jingle maker?

Tetap Smart Hits!

Istilah mesin pencari:

  • cara membuat jingle
  • contoh storyboard iklan
  • cara buat jingle
  • Cara membuat lagu jingle
  • Gambar offline
  • contoh storyboard animasi
  • cara membuat jingle lagu
  • tips membuat jingle
  • cara membuat jingle iklan yang bagus
  • konsep membuat jingle