3 Langkah yang Bisa Anda Lakukan untuk Hemat Waktu Rekam Vokalis hingga 228%

Sebagai penulis lagu, selain rajin menulis lagu Anda sebaiknya juga merekam lagu Anda.

Ada dua manfaatnya untuk Anda:

  • Anda tidak lupa dan terus ingat lagu Anda. Mendengar rekaman lagu Anda sendiri memberikan Anda wawasan tentang bagian lagu mana yang Anda suka, dan bagian mana yang perlu Anda benahi.
  • Anda bisa menggunakan rekaman lagu Anda untuk membangun portfolio (yaitu kumpulan karya-karya Anda secara profesional). Portfolio ini bisa Anda kirimkan ke major label atau ke production house untuk soundtrack film atau jingle.

Namun, ada satu kendala: seringkali penulis lagu yang baik belum tentu penyanyi yang baik.

Mau tidak mau harus diakui, lebih baik Anda menggunakan vokalis profesional untuk merekam lagu-lagu Anda, daripada Anda menyanyikannya sendiri. Kecuali Anda juga adalah seorang penyanyi yang ulung – kalau begitu saya salut kepada Anda!

Namun ada juga kelemahan menggunakan vokalis profesional untuk merekam lagu Anda.

Vokalis tersebut belum tentu bisa menjiwai lagu Anda. Setidaknya dia akan butuh waktu untuk mencerna lagu Anda. Ditambah bila vokalis tersebut baru Anda kenal, proses rekaman bisa memakan waktu yang panjang.

Anda butuh sesuatu yang bisa mempercepat proses rekaman vokal, tanpa mengurangi kualitas penjiwaannya.

Gunakan sistem daftar revisi untuk mempercepat rekaman vokal

Saya sendiri mengalami hal ini – bahkan dengan vokalis yang sudah bertahun-tahun saya kenal!

Sebagai penulis lagu, saya harus menjelaskan kepada vokalis makna dari lagunya setiap kali sebelum rekaman supaya vokalis bisa menjiwai lagu dan menyanyikannya secara bagus.

Kalau Anda mengalami hal yang sama, ada cara yang bisa Anda gunakan untuk menghemat waktu rekaman di studio. Dengan melakukan langkah-langkah ini, Anda bisa menghemat biaya rekaman vokal demi membangun portofolio Anda.

Cara ini berdasarkan satu prinsip sederhana: orang yang sukses adalah orang yang memiliki kejelasan tentang apa yang diinginkannya.

Berangkat dari satu prinsip itu, berarti Anda harus menjelaskan kepada vokalis Anda dimana kelebihan dan dimana kekurangannya, sebelum Anda ulang rekam vokal take kedua.

Langkah-langkahnya adalah seperti ini:

1. Kualitas yang ingin Anda dapatkan dengan sengaja harus dijelaskan di awal

Sebelum memulai proses rekaman, ceritakan dulu apa cerita dari lagu Anda. Semakin kuat identitas dari cerita Anda, semakin vokalis Anda bisa memahami dan menjiwai lagu Anda.

Contoh cerita nyata: saat saya sedang rekaman sebuah lagu dengan vokalis untuk album baru, kami merasa harus mengulang rekaman vokalnya secara total. Hal ini karena penjiwaan vokalnya kurang. Akibatnya, kami harus menambah satu shift lagi di studio untuk merekam vokal.

Untuk memastikan kami mendapat kualitas yang kami inginkan, saya berdiskusi dulu dengan vokalis. Saya bertanya pertanyaan yang tepat, yaitu: apa yang membuat hasil rekaman sebelumnya tidak memuaskan?

Seringkali, vokalisnya sendiri tidak bisa menjelaskan apa yang membuat hasil rekamannya tidak memuaskan.

Disinilah letak titik yang paling lemah – bila tidak Anda temukan secara jelas apa yang membuat hasil rekamannya tidak memuaskan, Anda hanya akan take lagi dan take lagi sambil meraba-raba sampai Anda dapatkan yang Anda inginkan – secara tidak sengaja!

Supaya Anda bisa mendapatkan apa yang Anda inginkan dengan sengaja, maka Anda dan vokalis Anda harus jelas tentang apa yang Anda inginkan.

Dalam cerita saya, poin revisi pertama yang saya catat adalah: nyanyikan lagu ini untuk [NAMA].

*Sebenarnya lagu ini ditulis atas permintaan vokalisnya yang ingin membuat lagu untuk seorang pria istimewa. Namun, untuk melindungi pihak-pihak pribadi, saya samar saja ya nama pria ini dengan kode: [NAMA].

Saya minta vokalis membayangkan [NAMA] sedang ada di ruangan rekaman. Hal ini supaya vokalis bisa sepenuhnya menjiwai kata-kata yang ingin dia sampaikan ke [NAMA] tetapi tidak berani menyampaikannya secara mata ke mata.

Agar vokalis Anda lebih menjiwai lagunya, jelaskan makna lagu Anda sebelum Anda rekaman.

Kecuali vokalis Anda juga ikut dalam penulisan lagu. Contohnya seperti Adele yang berkolaborasi dengan Ryan Tedder – Adele hanya butuh satu kali take untuk mendapatkan kualitas vokal yang sempurna, meskipun dirinya dan Ryan Tedder baru selesai menulis lagu itu di pagi harinya!

Karena Adele sendiri yang menulis lagunya, dan karena berdasarkan pengalaman pribadinya juga, maka Adele bisa menyanyikannya dengan penjiwaan yang sempurna.

2. Bertanyalah secara jelas dan spesifik tentang apa yang kurang OK dari hasil rekaman

Langkah selanjutnya adalah lakukan satu kali rekaman.

Biarkan vokalisnya bernyanyi dari awal sampai selesai tanpa Anda interupsi meskipun vokalisnya salah sekalipun. Vokalisnya sendiri sudah mengerti dia masih meraba-raba dan mencoba-coba, tanpa perlu Anda tambahkan dengan kritik juga.

Setelah rekaman pertama, dengarkan kembali hasilnya dari awal sampai selesai tanpa Anda berkomentar apa-apa.

Setelah selesai mendengarnya, tanyakan bagaimana pendapat vokalis Anda tentang hasilnya. Disini penting bagi Anda dan vokalis Anda jujur dan terbuka.

Untuk setiap revisi yang Anda inginkan di take berikutnya, catat revisi itu pada selembar kertas agar Anda bisa mengingatnya secara tertulis. Inilah yang disebut dengan daftar revisi.

Lanjut contoh pengalaman saya: setelah rekaman take kedua, kami mendengarkan lagi hasilnya.

Vokalis saya meminta untuk merekam lagi yang ketiga. Biasanya saya mengangguk saja dan langsung pencet tombol rekam, tapi kali ini saya melakukan sesuatu yang berbeda: saya bertanya ke vokalis, “Yang bikin hasil take kedua ini kurang OK apa?”

Vokalisnya menjawab, “Ya kurang OK aja.”

Saya membalas, “Ya, kurang OK gimana? Karena kurang OK itu intangible – ngga bisa kita ukur.”

Setelah berpikir sebentar, barulah vokalisnya bilang, “Itu melodi improv di bagian akhirnya meleset. Harus lebih cepat.”

Nah, bukankah itu adalah revisi yang lebih jelas, lebih spesifik?

Dibanding hanya sekedar take ulang karena kurang OK, Anda punya sasaran yang lebih jelas dan spesifik ketika Anda take ulang karena melodi improv di bagian akhir harus lebih cepat (lebih on tempo).

Bisa Anda lihat, perbedaannya dimana?

Setelah saya dan vokalis take ketiga, kami mendengarkan hasilnya lagi. Vokalisnya merasa masih kurang OK. Lalu saya tanya lagi, “Kurang OK-nya dimana?”

“Nada-nada tingginya kurang on pitch.”

“OK, berarti take berikutnya, nada-nada tingginya on pitch ya.”

Lalu kami melanjutkan take keempat.

3. Lakukan terus rekaman hingga daftar revisi Anda tunai semua

Proses ini terus berulang, sampai daftar revisinya kosong.

Contoh daftar revisi yang saya catat selama proses rekaman adalah sebagai berikut:

  • Bernyanyilah untuk [NAMA]
  • Melodi improv lebih on tempo
  • Nada-nada tinggi lebih on pitch
  • Nada-nada secara keseluruhan lebih on pitch (vokalis saya sangat sensitif telinganya terhadap suaranya sendiri – jadi fals sedikit saja dia langsung protes: untung sekarang ada fasilitas edit pitch!)
  • Untuk Take ke-5, Verse 2 sudah OK
  • Hati-hati weak spot (titik lemah) di bagian Bridge (karena melodinya menukik tinggi)
  • Untuk Take 6 sudah OK, kecuali di bagian kata “survive” (lagu yang kami kerjakan berbahasa Inggris).

Setiap kali sebelum rekaman take berikutnya, Anda bacakan daftar revisi itu kepada vokalis Anda. Hal ini membantu vokalis Anda terus mengingat apa kelemahan take-take sebelumnya, sehingga dia bisa mengatasinya di take berikut.

Bila Anda sudah mendapat rekaman take yang OK, Anda hapus poin-poin yang sudah OK dari daftar revisinya.

Contohnya, di take ke-5 dan ke-6 vokalis saya sudah mendapat melodi improv yang on tempo dan nada-nada secara keseluruhan yang on pitch. Dengan menghapus poin-poin tersebut dari daftar revisi, poin-poin yang masih tersisa adalah:

  • Weak spot melodi pada bagian Bridge
  • Take 6 OK, minus “survive”

Akhirnya kami memutuskan menggunakan Bridge hasil rekaman sesi yang sebelumnya, dan mendengar kembali hasil take-take sesi kedua ini untuk mendapatkan kata “survive” yang OK.

Dengan menerapkan sistem daftar revisi ini, semua revisi tunai semua sehingga saya dan vokalis berhasil mendapatkan kualitas vokal yang memuaskan hanya dalam 7 kali take.

Padahal, di lagu yang sebelumnya, kami harus melakukan hingga 16 kali take!

Berarti, ada peningkatan sebesar 228% dengan menerapkan sistem daftar revisi ini.

Ilustrasinya, bila Anda membayar studio sebesar Rp600.000 untuk satu shift (6 jam) rekaman vokal, Anda bisa menghemat biaya hingga Rp336.843 – lebih dari setengahnya!

Dan untuk semua penulis lagu, di belahan dunia manapun menghemat biaya adalah satu skill keuangan yang sering terabaikan tetapi memegang peran yang kritis dalam perkembangan karier musik Anda.

Menurut Anda, apa yang kurang dari 3 langkah daftar revisi di atas untuk sesi rekam vokalis Anda yang berikutnya?

Tetap Smart Hits!

*Tolong share tutorial cara menghemat waktu rekam vokalis ini ke teman-teman Anda melalui Facebook, Twitter, atau email. Dukungan Anda sangat membantu saya menghasilkan tutorial yang lebih bagus!
*Klik disini untuk berlangganan tutorial gratis menulis lagu dan dapatkan tips lainnya tentang membangun portofolio lagu-lagu Anda.
*Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan tentang cara menghemat waktu rekam vokalis di bawah.

Istilah mesin pencari:

  • penjiwaan penyanyi disebut
  • suatu kemungkinan untuk menjiwai musik yang sedang dimainkan disebut
  • cara penjiwaan terhadap lagu
  • sebutkan cara penjiwaan terhadap lagu
  • Arti penjiwaan
  • pengertian penjiwaan
  • apa itu improv
  • cara penjiwaan terhadap sebuah lagu
  • sebutkan cara penjiwaan terhadap sebuah lagu
  • penjiwaan penyanyi