4 Tips Membuat Lagu Pop Durasi 3.30 Menit seperti Yovie and Nuno

Kalau Anda ingin membuat lagu Pop yang komersial, maka menulis lagu dengan durasi singkat adalah salah satu skill yang harus Anda miliki.

Pada tutorial cara membuat lagu Pop sebelumnya, Anda sudah membaca pentingnya memiliki lagu dengan durasi singkat. Lagu yang “singkat” disini didefinisikan sebagai lagu yang berdurasi maksimal 3.30 menit.

Kenapa 3.30 menit? Pertimbangan ini terutama agar lagu Anda cocok dimainkan di stasiun radio yang populer. Stasiun radio populer yang memutar lagu-lagu favorit anak-anak muda zaman sekarang lebih senang memutar lagu-lagu yang singkat (agar mereka bisa memainkan sebanyak mungkin lagu).

Ditambah juga dengan attention span atau daya konsentrasi anak muda yang notabene semakin menurun, menulis lagu yang singkat menjadi semakin penting agar anak-anak muda menyukai lagu Anda.

Lalu bagaimana caranya saya bisa membuat lagu yang durasinya 3.30 menit?

Simak empat tips cara membuat lagu pop singkat berikut, beserta contoh lagu-lagu pop hits yang menggunakannya:

Gunakan tempo yang medium up (diatas 120 BPM)

Tempo adalah senjata andalan Anda untuk membuat lagu yang singkat. Tempo yang cepat memungkinkan Anda menceritakan cerita yang utuh dan tetap dalam batas waktu 3.30 menit.

Tempo yang termasuk cepat adalah tempo yang medium dan up. Sebagai panduan, tempo 120 BPM adalah titik awal yang baik yang bisa Anda pakai untuk tempo percobaan.

Selain membuat lagu Anda lebih singkat, tempo yang cepat juga membuat lagu Anda menjadi lebih ceria. Tempo yang cepat dipersepsi sebagai energi yang tinggi oleh pendengar Anda. Hal ini membantu lagu Anda memiliki emosi yang lebih ceria dan menyenangkan bagi pendengar Anda.

Buat durasi intro lagu Anda maksimal 10 detik

Tentunya, tempo yang cepat lebih cocok untuk lagu Rock atau Dance. Bagaimana kalau lagu Anda adalah ballad dan harus dinyanyikan dengan tempo yang lambat?

Kalau tidak memungkinkan bagi Anda untuk mengubah tempo, Anda bisa mengubah durasi setiap bagian lagu Anda. Contohnya, Anda bisa membuat intro yang singkat – bahkan sesingkat mungkin.

Panduan cara membuat lagu Pop yang komersial adalah durasi intro maksimal 10 detik.

Bila Anda bisa memainkan satu putaran intro (empat bar) dalam 10 detik, mainkan itu. Kalau satu putaran intro Anda butuh lebih dari 10 detik, Anda bisa memainkan setengah putaran saja.

Beberapa teknik membuat intro singkat lainnya adalah:

  1. Hanya memasukkan satu figur (rangkaian melodi yang terdengar khas) sebelum masuk ke Verse pertama. Figur ini bisa Anda ambil dari melodi vokal ketika Chorus.
  2. Tidak menggunakan intro sama sekali!

Cara kedua diatas digunakan oleh Bruno Mars, seorang pemenang Grammy Award, dengan lagu hitsnya “Grenade”.

Mainkan Chorus Anda sebelum 45 detik pertama

Chorus merupakan langkah yang sangat penting – bahkan paling penting – dalam cara membuat lagu Pop yang komersial. Selain Chorus Anda harus mudah diingat atau catchy, Chorus Anda juga harus diulang-ulang sesering mungkin.

Chorus ini adalah payoff atau ganjaran bagi pendengar Anda – reward yang mereka dapatkan karena telah mendengar lagu Anda. Semakin “puas” ganjaran yang diterima pendengar Anda, semakin mereka senang dan semakin menjadi fans Anda.

Karena itu, membuat Chorus Anda datang secepat mungkin adalah langkah yang baik. Panduan Chorus dalam lagu Pop yang komersial adalah Chorus pertama Anda sudah harus ada sebelum 45 detik pertama (lebih bagus lagi kalau Chorus Anda ada sebelum 30 detik pertama).

Yovie and Nuno menggunakan trik Chorus sebelum 45 detik pertama ini dalam lagu hits mereka “Dia Milikku”.

Kalau Anda perhatikan, dalam lagu “Dia Milikku” Verse pertama dibuat singkat. Kemudian lagu langsung masuk ke bagian Pre-Chorus. Alur lagu terdengar singkat dan cepat sebelum masuk ke Chorus yang catchy dengan lirik yang sangat mudah dihafal.

Agar Anda bisa menghadirkan Chorus secepat mungkin, Anda juga bisa membuat Verse pertama yang singkat. Kalau perlu, Anda hilangkan sekalian Pre-Chorusnya supaya lebih cepat. Bahkan, satu jurus pamungkas yang bisa Anda lakukan adalah: awali lagu Anda dengan Chorus Anda!

Semakin cepat atau semakin awal Chorus Anda hadir dalam lagu Anda, semakin cepat pendengar Anda mendapatkan ganjaran yang mereka cari. Hal ini Anda buat agar tidak ada kesempatan bagi pendengar Anda untuk merasa bosan dan memilih lagu yang lain!

Ubah Bridge Anda menjadi instrumental break

Ketika lagu Anda terdengar monoton, menambahkan bagian Bridge bisa menjadi solusi yang tepat. Namun, untuk lagu dengan durasi 3.30 menit mungkin Anda tidak punya cukup banyak waktu untuk memasukkan Bridge yang utuh.

Agar lagu Anda tetap berdurasi singkat dan tetap memiliki bagian yang khas, Anda bisa mengubah Bridge Anda menjadi sebuah instrumental break.

Karena dalam instrumental break hanya digunakan instrumen, Anda bisa memainkannya selama setengah putaran Bridge.

Bagian instrumental ini bisa juga Anda ambil dari Chorus, tetapi vokal Anda ganti dengan sebuah instrumen utama lainnya. Jadi melodi dalam bagian instrumental ini adalah melodi Chorus, tetapi dimainkan dengan instrumen utama seperti gitar listrik atau saxophone. Anda cukup memainkan setengah putaran Chorus, kemudian melanjutkan instrumental ini ke Chorus dengan vokal yang utuh.

Satu trik lainnya yang menarik dan bisa Anda gunakan adalah memberikan effect yang khas pada bagian awal Chorus Anda.

Kalau Anda tidak menggunakan Bridge dan terus mengulang-ulang Chorusnya, pendengar Anda bisa menjadi bosan. Agar mereka tetap tertarik, buat Chorus terakhir Anda sedikit berbeda dengan menambahkan efek yang istimewa.

Contoh lagu yang menggunakan trik ini adalah “Outside” oleh band Green River Ordinance.

Coba Anda simak bagian menuju Chorus terakhir, dimana mereka menghilangkan semua instrumen dan menambahkan efek telepon pada vokal. Efek ini hanya mereka terapkan di baris lirik pertama, sebelum kembali ke Chorus utuh untuk baris-baris lirik berikutnya.

Sederhana, singkat, dan sangat efektif!

Seberapa panjangkah rata-rata durasi lagu Anda? Bagaimanakah Anda bisa menerapkan tips cara membuat lagu Pop ini ke dalam lagu-lagu Anda?

Tetap Smart Hits!

*Tolong share tutorial cara membuat lagu durasi 3.30 menit ini ke teman-teman Anda melalui Facebook, Twitter, atau email. Dukungan Anda sangat membantu saya menghasilkan tutorial yang lebih bagus!
*Klik disini untuk berlangganan tutorial gratis menulis lagu dan dapatkan tips lainnya tentang menulis lagu durasi singkat.
*Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan tentang cara membuat lagu durasi singkat di bawah.

Istilah mesin pencari:

  • ciri ciri musik dance
  • cara bikin lagu pop
  • cara buat lagu pop
  • ciri musik dance
  • tips membuat lagu pop
  • lagu pop yang singkat
  • ciri ciri musik dance ?
  • contoh lagu pop indonesia yang bertempo cepat
  • Cara membuat lagu tempo cepat
  • membuat lagu ceria

3 Langkah yang Bisa Anda Lakukan untuk Hemat Waktu Rekam Vokalis hingga 228%

Sebagai penulis lagu, selain rajin menulis lagu Anda sebaiknya juga merekam lagu Anda.

Ada dua manfaatnya untuk Anda:

  • Anda tidak lupa dan terus ingat lagu Anda. Mendengar rekaman lagu Anda sendiri memberikan Anda wawasan tentang bagian lagu mana yang Anda suka, dan bagian mana yang perlu Anda benahi.
  • Anda bisa menggunakan rekaman lagu Anda untuk membangun portfolio (yaitu kumpulan karya-karya Anda secara profesional). Portfolio ini bisa Anda kirimkan ke major label atau ke production house untuk soundtrack film atau jingle.

Namun, ada satu kendala: seringkali penulis lagu yang baik belum tentu penyanyi yang baik.

Mau tidak mau harus diakui, lebih baik Anda menggunakan vokalis profesional untuk merekam lagu-lagu Anda, daripada Anda menyanyikannya sendiri. Kecuali Anda juga adalah seorang penyanyi yang ulung – kalau begitu saya salut kepada Anda!

Namun ada juga kelemahan menggunakan vokalis profesional untuk merekam lagu Anda.

Vokalis tersebut belum tentu bisa menjiwai lagu Anda. Setidaknya dia akan butuh waktu untuk mencerna lagu Anda. Ditambah bila vokalis tersebut baru Anda kenal, proses rekaman bisa memakan waktu yang panjang.

Anda butuh sesuatu yang bisa mempercepat proses rekaman vokal, tanpa mengurangi kualitas penjiwaannya.

Gunakan sistem daftar revisi untuk mempercepat rekaman vokal

Saya sendiri mengalami hal ini – bahkan dengan vokalis yang sudah bertahun-tahun saya kenal!

Sebagai penulis lagu, saya harus menjelaskan kepada vokalis makna dari lagunya setiap kali sebelum rekaman supaya vokalis bisa menjiwai lagu dan menyanyikannya secara bagus.

Kalau Anda mengalami hal yang sama, ada cara yang bisa Anda gunakan untuk menghemat waktu rekaman di studio. Dengan melakukan langkah-langkah ini, Anda bisa menghemat biaya rekaman vokal demi membangun portofolio Anda.

Cara ini berdasarkan satu prinsip sederhana: orang yang sukses adalah orang yang memiliki kejelasan tentang apa yang diinginkannya.

Berangkat dari satu prinsip itu, berarti Anda harus menjelaskan kepada vokalis Anda dimana kelebihan dan dimana kekurangannya, sebelum Anda ulang rekam vokal take kedua.

Langkah-langkahnya adalah seperti ini:

1. Kualitas yang ingin Anda dapatkan dengan sengaja harus dijelaskan di awal

Sebelum memulai proses rekaman, ceritakan dulu apa cerita dari lagu Anda. Semakin kuat identitas dari cerita Anda, semakin vokalis Anda bisa memahami dan menjiwai lagu Anda.

Contoh cerita nyata: saat saya sedang rekaman sebuah lagu dengan vokalis untuk album baru, kami merasa harus mengulang rekaman vokalnya secara total. Hal ini karena penjiwaan vokalnya kurang. Akibatnya, kami harus menambah satu shift lagi di studio untuk merekam vokal.

Untuk memastikan kami mendapat kualitas yang kami inginkan, saya berdiskusi dulu dengan vokalis. Saya bertanya pertanyaan yang tepat, yaitu: apa yang membuat hasil rekaman sebelumnya tidak memuaskan?

Seringkali, vokalisnya sendiri tidak bisa menjelaskan apa yang membuat hasil rekamannya tidak memuaskan.

Disinilah letak titik yang paling lemah – bila tidak Anda temukan secara jelas apa yang membuat hasil rekamannya tidak memuaskan, Anda hanya akan take lagi dan take lagi sambil meraba-raba sampai Anda dapatkan yang Anda inginkan – secara tidak sengaja!

Supaya Anda bisa mendapatkan apa yang Anda inginkan dengan sengaja, maka Anda dan vokalis Anda harus jelas tentang apa yang Anda inginkan.

Dalam cerita saya, poin revisi pertama yang saya catat adalah: nyanyikan lagu ini untuk [NAMA].

*Sebenarnya lagu ini ditulis atas permintaan vokalisnya yang ingin membuat lagu untuk seorang pria istimewa. Namun, untuk melindungi pihak-pihak pribadi, saya samar saja ya nama pria ini dengan kode: [NAMA].

Saya minta vokalis membayangkan [NAMA] sedang ada di ruangan rekaman. Hal ini supaya vokalis bisa sepenuhnya menjiwai kata-kata yang ingin dia sampaikan ke [NAMA] tetapi tidak berani menyampaikannya secara mata ke mata.

Agar vokalis Anda lebih menjiwai lagunya, jelaskan makna lagu Anda sebelum Anda rekaman.

Kecuali vokalis Anda juga ikut dalam penulisan lagu. Contohnya seperti Adele yang berkolaborasi dengan Ryan Tedder – Adele hanya butuh satu kali take untuk mendapatkan kualitas vokal yang sempurna, meskipun dirinya dan Ryan Tedder baru selesai menulis lagu itu di pagi harinya!

Karena Adele sendiri yang menulis lagunya, dan karena berdasarkan pengalaman pribadinya juga, maka Adele bisa menyanyikannya dengan penjiwaan yang sempurna.

2. Bertanyalah secara jelas dan spesifik tentang apa yang kurang OK dari hasil rekaman

Langkah selanjutnya adalah lakukan satu kali rekaman.

Biarkan vokalisnya bernyanyi dari awal sampai selesai tanpa Anda interupsi meskipun vokalisnya salah sekalipun. Vokalisnya sendiri sudah mengerti dia masih meraba-raba dan mencoba-coba, tanpa perlu Anda tambahkan dengan kritik juga.

Setelah rekaman pertama, dengarkan kembali hasilnya dari awal sampai selesai tanpa Anda berkomentar apa-apa.

Setelah selesai mendengarnya, tanyakan bagaimana pendapat vokalis Anda tentang hasilnya. Disini penting bagi Anda dan vokalis Anda jujur dan terbuka.

Untuk setiap revisi yang Anda inginkan di take berikutnya, catat revisi itu pada selembar kertas agar Anda bisa mengingatnya secara tertulis. Inilah yang disebut dengan daftar revisi.

Lanjut contoh pengalaman saya: setelah rekaman take kedua, kami mendengarkan lagi hasilnya.

Vokalis saya meminta untuk merekam lagi yang ketiga. Biasanya saya mengangguk saja dan langsung pencet tombol rekam, tapi kali ini saya melakukan sesuatu yang berbeda: saya bertanya ke vokalis, “Yang bikin hasil take kedua ini kurang OK apa?”

Vokalisnya menjawab, “Ya kurang OK aja.”

Saya membalas, “Ya, kurang OK gimana? Karena kurang OK itu intangible – ngga bisa kita ukur.”

Setelah berpikir sebentar, barulah vokalisnya bilang, “Itu melodi improv di bagian akhirnya meleset. Harus lebih cepat.”

Nah, bukankah itu adalah revisi yang lebih jelas, lebih spesifik?

Dibanding hanya sekedar take ulang karena kurang OK, Anda punya sasaran yang lebih jelas dan spesifik ketika Anda take ulang karena melodi improv di bagian akhir harus lebih cepat (lebih on tempo).

Bisa Anda lihat, perbedaannya dimana?

Setelah saya dan vokalis take ketiga, kami mendengarkan hasilnya lagi. Vokalisnya merasa masih kurang OK. Lalu saya tanya lagi, “Kurang OK-nya dimana?”

“Nada-nada tingginya kurang on pitch.”

“OK, berarti take berikutnya, nada-nada tingginya on pitch ya.”

Lalu kami melanjutkan take keempat.

3. Lakukan terus rekaman hingga daftar revisi Anda tunai semua

Proses ini terus berulang, sampai daftar revisinya kosong.

Contoh daftar revisi yang saya catat selama proses rekaman adalah sebagai berikut:

  • Bernyanyilah untuk [NAMA]
  • Melodi improv lebih on tempo
  • Nada-nada tinggi lebih on pitch
  • Nada-nada secara keseluruhan lebih on pitch (vokalis saya sangat sensitif telinganya terhadap suaranya sendiri – jadi fals sedikit saja dia langsung protes: untung sekarang ada fasilitas edit pitch!)
  • Untuk Take ke-5, Verse 2 sudah OK
  • Hati-hati weak spot (titik lemah) di bagian Bridge (karena melodinya menukik tinggi)
  • Untuk Take 6 sudah OK, kecuali di bagian kata “survive” (lagu yang kami kerjakan berbahasa Inggris).

Setiap kali sebelum rekaman take berikutnya, Anda bacakan daftar revisi itu kepada vokalis Anda. Hal ini membantu vokalis Anda terus mengingat apa kelemahan take-take sebelumnya, sehingga dia bisa mengatasinya di take berikut.

Bila Anda sudah mendapat rekaman take yang OK, Anda hapus poin-poin yang sudah OK dari daftar revisinya.

Contohnya, di take ke-5 dan ke-6 vokalis saya sudah mendapat melodi improv yang on tempo dan nada-nada secara keseluruhan yang on pitch. Dengan menghapus poin-poin tersebut dari daftar revisi, poin-poin yang masih tersisa adalah:

  • Weak spot melodi pada bagian Bridge
  • Take 6 OK, minus “survive”

Akhirnya kami memutuskan menggunakan Bridge hasil rekaman sesi yang sebelumnya, dan mendengar kembali hasil take-take sesi kedua ini untuk mendapatkan kata “survive” yang OK.

Dengan menerapkan sistem daftar revisi ini, semua revisi tunai semua sehingga saya dan vokalis berhasil mendapatkan kualitas vokal yang memuaskan hanya dalam 7 kali take.

Padahal, di lagu yang sebelumnya, kami harus melakukan hingga 16 kali take!

Berarti, ada peningkatan sebesar 228% dengan menerapkan sistem daftar revisi ini.

Ilustrasinya, bila Anda membayar studio sebesar Rp600.000 untuk satu shift (6 jam) rekaman vokal, Anda bisa menghemat biaya hingga Rp336.843 – lebih dari setengahnya!

Dan untuk semua penulis lagu, di belahan dunia manapun menghemat biaya adalah satu skill keuangan yang sering terabaikan tetapi memegang peran yang kritis dalam perkembangan karier musik Anda.

Menurut Anda, apa yang kurang dari 3 langkah daftar revisi di atas untuk sesi rekam vokalis Anda yang berikutnya?

Tetap Smart Hits!

*Tolong share tutorial cara menghemat waktu rekam vokalis ini ke teman-teman Anda melalui Facebook, Twitter, atau email. Dukungan Anda sangat membantu saya menghasilkan tutorial yang lebih bagus!
*Klik disini untuk berlangganan tutorial gratis menulis lagu dan dapatkan tips lainnya tentang membangun portofolio lagu-lagu Anda.
*Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan tentang cara menghemat waktu rekam vokalis di bawah.

Istilah mesin pencari:

  • penjiwaan penyanyi disebut
  • suatu kemungkinan untuk menjiwai musik yang sedang dimainkan disebut
  • pengertian penjiwaan
  • Arti penjiwaan
  • apa itu improv
  • cara merekam vokal yang bagus
  • langkah langkah penjiwaan lagu
  • suatu kemungkinan untuk menjiwai musik yang sedang dimainkan disebut?
  • pengertian penjiwaan dalam drama
  • penjiwaan lagu disebut

Cara Menulis Lirik Pintar Menggunakan Fragmented Storytelling – Bagian Kedua

Fragmented storytelling adalah teknik penggunaan gaya bercerita tersirat dalam lirik lagu untuk mendapatkan lirik yang bagus: pintar dan bermakna dalam.

Pada bagian pertama, kita melihat keuntungan dari fragmented storytelling ini beserta cara untuk menutupi kelemahannya (tips: gunakan melody yang catchy).

Sekarang, Anda bisa melihat bagaimana saya menemukan teknik ini dan menerapkannya untuk salah satu lagu saya “Sebaik-Baik Wanita” yang berhasil menjadi finalis 8 terbaik di ajang IDP Song and Lyric Competition 2011.

Ciptakan cerita yang utuh

Ketika kompetisi tersebut dibuka, saya langsung membayangkan IDP (Indah Dewi Pertiwi) dan seketika muncul judul lagu “Sebaik-Baik Wanita” di pikiran.

Dari judul, terbayang bahwa cerita dalam lagu adalah tentang seorang wanita yang ingin berubah menjadi lebih baik. Ya, menurut saya sudah banyak lagu dalam negeri yang berusaha terlalu keras menjual ‘cinta’ bermutu rendah, jadi saya coba membuat lagu cinta bermutu tinggi dengan memilih cerita seorang wanita yang ingin mendekatkan diri kepada Tuhan.

Lebih spesifik lagi, dalam pikiran saya wanita ini adalah simpanan seorang pejabat, dan juga sering didekati oleh pria-pria lain untuk memuaskan nafsu mereka. Namun, wanita ini sudah lelah menjalani kehidupan yang palsu, dan ingin menjadi “sebaik-baik wanita”.

Lirik seperti apakah yang terbayang oleh Anda, mendengar wanita dalam cerita seperti itu?

Lirik asli yang saya dapatkan sebagiannya adalah seperti berikut:

Mereka melukisku anggun, raya dalam belitan gaun
Mereka menghirupku tersetrum, dalam embun wangi parfum
Tapi saat pesta berakhir, siapakah yang masih tersihir?
Setelah semua pesona kupunya, terumbar puaskan khayalan pria

(CC BY-SA 3.0) “Sebaik-Baik Wanita” by Endy Daniyanto (ft. Natya Ayu)

*Klik disini untuk mendengar lagunya secara utuh, tapi saya sarankan Anda baca tutorial ini sampai selesai baru kemudian mendengar hasil akhirnya.

Setelah coret-coretan pertama, saya merasa mendapatkan gambaran yang memuaskan tentang karakter yang ingin saya tampilkan.

Tapi saat menulis musik, memilih melodi dan progresi kord, saya menemukan ternyata lirik tersebut terlalu panjang. Karena tempo lagu saya pilih lambat, agar bisa dinyanyikan dengan enak dan durasi lagu tidak kepanjangan maka lirik harus dipotong.

Seberapa banyak cerita harus dipotong?

Sampai setengahnya.

Ya, dari cerita yang Anda tulis secara utuh, seberapapun Anda menyukai hasilnya – potong!

Potong hingga jumlah suku kata enak untuk dinyanyikan, tanpa mengurangi makna yang ingin Anda sampaikan.

Dari coretan awal lagu “Sebaik-Baik Wanita” tersebut, saya memotongnya hingga menjadi seperti berikut:

Mereka melukisku anggun
Mereka menghirupku dan tersetrum
Saat pesta berakhir, siapakah yang masih tersihir?
Setelah terumbar semua pesona?

Bisa Anda baca: liriknya lebih singkat, tapi maknanya masih utuh. Bahkan, maknanya meluas – karena liriknya lebih singkat!

Dengan lirik yang lebih singkat – atau disebut lirik yang terfragmentasi – pendengar Anda bisa menginterpretasinya lebih bebas sehingga makna lagunya bisa bermacam-macam. Karena makna bermacam-macam inilah maka pendengar harus menggali lebih dalam untuk menemukan makna sebenarnya yang ingin disampaikan penulis lagu.

Manfaatkan daya asosiasi otak manusia

Dari makna yang bermacam-macam, bisa muncul emosi yang bermacam-macam.

Sebetulnya fragmented storytelling memanfaatkan salah satu karakteristik cara bekerja otak manusia: daya asosiasi. Daya asosiasi otak adalah kemampuan otak mengingat berbagai hal lainnya, hanya dengan mengingat satu hal pertama.

Contoh, ketika Anda membaca kalimat lirik:

Mereka menghirupku dan tersetrum

Apa yang muncul dalam otak Anda? Menghirup apa? Tersetrum apa?

Inilah yang dimaksud dengan lirik bagus: pintar dan bermakna dalam – karena Anda bisa berkata lebih banyak, dengan jumlah kata yang lebih sedikit!

Tetap Ngehits!

P.S: Kalau Anda butuh bantuan menciptakan lirik yang bagus, pastikan Anda sudah berlangganan tutorial gratis menulis lagu dengan klik link ini karena saya punya penawaran istimewa buat Anda di posting berikutnya.


*Tolong share tutorial cara menulis lirik pintar ini ke teman-teman Anda melalui Facebook, Twitter, atau email. Dukungan Anda sangat membantu saya menghasilkan tutorial yang lebih bagus!
*Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan tentang menulis lirik yang bagus di bagian komentar dibawah.

Istilah mesin pencari:

  • contoh lagu tempo cepat
  • satu suku kata indah
  • suku kata dalam bait lagu