Bingung Menulis Lirik? Ikuti Workshop Gratis Sekarang!


Beginilah kisahnya:

Suatu hari, Anda mendapat inspirasi menulis lagu. Anda merasa pilihan melodi dan kord Anda mudah diingat, dan lagunya enak didengar.

Orang-orang yang Anda tanya pun setuju. “Lagunya enak”, kata mereka. Ada senyum puas pada wajah Anda karena telah menciptakan lagu baru yang awalnya terdengar keren.

Selang beberapa hari kemudian, sesuatu terasa janggal. Setelah Anda mendengarnya kembali, ternyata lagunya tidak sekeren yang Anda kira.

Kordnya mirip lagu lain.

Antara Chorus dengan Bridge kok ngga kerasa bedanya?

Dan yang terutama: liriknya gombal banget (atau menye-menye, atau ‘jayus’, atau istilah Anda lainnya).

Lalu Anda membatalkan niat Anda menyebarluaskan lagu ‘hits’ Anda ke seluruh dunia. Status rockstar Anda lagi-lagi tertunda.

Apa yang harus saya lakukan?

Kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh penulis lagu adalah: menulis lirik tanpa arah.

Lirik dalam lagu – bersama vokal yang enak didengar – adalah 2 faktor utama yang menentukan 80% kesuksesan sebuah lagu.

Coba saja Anda tanya ke teman-teman Anda non-musisi, kenapa mereka menyukai lagu-lagu favorit mereka?

Sebagian besar akan menjawab: karena liriknya bagus (dan karena vokalnya enak didengar).

Jika Anda tahu 80% kesuksesan Anda ditentukan oleh lirik dan vokal, lalu kenapa juga masih menulis lirik yang sedapatnya, dan menyewa vokalis yang suaranya biasa-biasa saja?

Sekarang saatnya mengubah kebiasaan buruk

Misal Anda ingin menjadi orang kaya, lalu apa yang harus Anda lakukan?

Banyak orang sekedar mau kaya, tapi sangat sedikit yang merubah pola tindakannya.

Sama seperti itu, banyak musisi yang mau ngehits, tapi sangat sedikit yang merubah pola dan kebiasaannya, dan lebih sedikit lagi yang ‘ngulik’ cara menulis lagu hits.

Kabar baiknya: skill menulis lagu hits adalah skill yang bisa dipelajari.

Kabar ‘buruk’nya: Anda tetap harus bekerja keras.

Ya, bekerja keras untuk mengubah kebiasaan buruk Anda menulis lagu semau-mau Anda dan mengharapkan orang akan berbondong-bondong daftar jadi fans Anda.

Ubahlah kebiasaan-kebiasaan buruk Anda – toh, kebiasaan-kebiasaan itu tidak mendatangkan keuntungan bagi Anda bukan?

Dan karena 80% kesuksesan lagu ditentukan oleh lirik, maka kebiasaan yang paling layak untuk Anda ubah adalah kebiasaan menulis lirik Anda.

Kebiasaan menulis lirik ini juga salah satu yang paling mudah diubah, karena Anda hanya butuh modal alat musik, pena, kertas – dan kreativitas yang diasah!

Belajar bersama komunitas masa depan

Anda ingin menjadi apa di masa depan?

Banyak hal tentunya – dan “menjadi kaya” ada di daftar masa depan semua orang!

Khusus untuk Anda, “menjadi penulis lagu hits” juga harus ada di daftar masa depan Anda.

Salah satu resep sukses adalah: belajar kepada orang yang sudah berhasil melakukan apa yang ingin Anda capai.

Kalau ingin menjadi penulis lagu hits, ya belajar ke orang yang sudah pernah menulis lagu hits.

Atau, pelajari lagu-lagu hits dan temukan elemen apa saja yang membuatnya laris.

Namun, proses itu bisa memakan waktu lama – kalau Anda melakukannya sendiri.

Disinilah komunitas berperan penting: kita bisa saling sharing untuk mempercepat proses belajar kita.

Dan: proses belajar cepat = sukses lebih awal.

Dari semangat sharing inilah, ada sebuah penawaran untuk Anda:

Kesulitan apa yang paling sulit buat Anda ketika menulis lirik lagu?

Karena Anda sudah menjadi pembaca Mahir Menulis Lagu, sudah rajin mengikuti dan memberikan umpan balik serta pertanyaan yang bagus-bagus, maka saya ingin memberikan workshop gratis untuk menyelesaikan masalah lirik Anda.

Anda akan saya bantu – secara privat – untuk membedah lagu Anda dan melihat dimana Anda bisa melakukan perbaikan untuk membuat lagunya lebih catchy – dan lebih ngehits!

Jadi, kalau Anda punya lagu yang masih kurang greget, Anda berhak mendapatkan workshop lirik gratis dari saya.

Caranya: cukup dengan menjawab pertanyaan berikut: kesulitan apa yang paling sulit buat Anda ketika menulis lirik lagu?

Tulis jawabannya melalui komentar di bagian bawah!

Dan, supaya kita semua mendapat manfaat terbesar dari komunitas menulis lagu, saya meminta bantuan Anda untuk sharing informasi ini kepada teman-teman Anda sesama penulis lagu.

Saya akan memilih 8 pemenang berdasarkan komentar terbaik.

Harapan saya adalah ada setidaknya 25 komentar, sehingga komentar yang terpilih secara utuh mewakili kesulitan umum yang dihadapi ketika menulis lirik lagu.

Setiap pemenang akan saya kontak via email untuk mengatur jadwal workshop.

Cukup simpel bukan? OK, kalau begitu silakan tulis komentar Anda di bagian bawah, dan ingat untuk mengajak teman-teman penulis lagu lainnya!

Tetap Ngehits!

Istilah mesin pencari:

  • KERTAS MENULIS LAGU
  • lagu yg gampang di ubah
  • menulis lagu daerah
  • lagu vina panduwinata yang awalnya saat pertama kali
  • melodi improvisasi aransemen
  • kertas untuk menulis lagu
  • 4 elemen yang penting dalam bernyanyi instrumen vokal
  • elemen-elemen musik romantik
  • Daftar Karya antonin dvorak
  • contoh lirik aransemen lagu pop
Be Sociable, Share!
About Endy Daniyanto

Endy Daniyanto adalah pembuat lagu yang mendirikan MahirMenulisLagu.com dengan tujuan membantu pembuat lagu Indonesia lebih bisa membuat lagu. Baca tips 5 langkah menulis lagu dengan mudah dan berlangganan untuk mendapatkan tips menulis lagu hits langsung dikirim ke email Anda.

Comments

  1. Based on my experiences yg msh sgt minim ini – Bagi saya, kesulitan teratas dalam menulis lirik adalah pada tahap kompromi/sinkronisasi antara lirik (sebagai ‘kata2 : bahasa dan/atau sastra) dan bebunyian musikal (sebagai tone/pitch/melodi : music). Trlepas dr apakah yg lbh dahulu muncul sbg gagasan ( kata2 yg diberi nada2 / nada2 yg dikenakan kata2) :) Dlm kaitannya antara lagu dgn apresiasi pendengar, IMVHO lirik & nada adalah elemen integral namun seringkali hrs trpisah secara kontekstual. Semisal kita mendengar lagu berbahasa asing, org pd umumnya lbh utama mengkonsumsi nada/rasanya, sebaliknya akan berbeda ketika mndengar lagu yg kita tahu bahasanya. Ada smcm hukum lokalitas & latar belakang di balik semua itu :) Bagaimana perihal ini mnrt Mas Endy? :)

    • Prosodi.

      Prosodi adalah pernikahan antara lirik dan lagu.

      Sama seperti pernikahan manusia, antara lirik dan lagu pun ada “jodoh”nya.

      Melodi yang kuat bisa hits tanpa lirik yang kuat; dan lirik kuat bisa hits tanpa melodi kuat.

      Tapi kalau terjadi pernikahan serasi diantaranya – ketemu jodohnya – maka lagu berpotensi besar untuk hits.

      Cheers,

  2. aryo ali says:

    saya setuju sm mas roy haris, gmn mas endy cara sinkronisasi lirik dan musik agar enak di dengar?(komersial)..
    kalo kendala saya pribadi, untuk penciptaan melody masih bingung, monoton dan sangat terbatas, hanya mengandalkan feeling, apakah seorang pencipta lagu harus bisa bernyanyi dulu agar perbendaharaan melodynya banyak?
    terima kasih mas..

    • Mas Aryo,

      Bisa bernyanyi itu nilai plus untuk penulis lagu.

      Karena belajar bernyanyi pun adalah belajar tentang menciptakan melodi.

      Makanya, saya sering sedih mendengar penyanyi yang ketika bawa lagu orang lain dia hebat, tapi ketika bawa lagu baru atau sendiri dia lemah karena tidak ada yang bisa dicontek.

      Kalau Mas belajar bernyanyi, sangat membantu proses penemuan melodi buat Mas Aryo.

      Dan ada banyak cara untuk membuat melodi yang bagus, contohnya seperti yang ada di artikel berikut: http://mahirmenulislagu.com/firework-katy-perry/

  3. DwAN says:

    Kesulitan apa yang paling sulit buat Anda ketika menulis lirik lagu?

    Kecenderungan kesulitan ketika sayah nulis lirik lagu, ternyata ada beberapa macam kalo di jot-down:

    1. Sangking terpakunya dengan tema lagu sehingga terkadang tidak bisa mengembangkan ide cerita dengan kalimat selain dengan kalimat yang pertama kali terpikirkan.

    2. Akibat seringnya menggunakan 2 bahasa (maklum ababil), terkadang lirik yang dihasilkan kurang greget karena menggunakan tutur bahasa yang sangat basic sehingga terkesan tidak deep dan tidak thoughtful.

    3. Dan kesulitan yang paling sering sayah lakukan adalah ketika akhirnya saya selesai membuat part pertama dari sebuah lagu (verse – bridge – chorus awal), untuk part keduanya seperti sudah kehabisan ide dan cenderung akan menggunakan kata-kata yang sudah ada di part pertama, khususnya untuk bagian verse dan bridge kedua, alhasil banyak yang berkomentar kalo lagu yg saya buat terlalu repetitive liriknya.

    CMIIW

    • Mr. Dwan,

      1. Justru dengan tema yang sangat spesifik Mas bisa mengembangkan ide yang unik (ingat ide “green tea” yang kita tulis beberapa saat lalu? Itu kan temanya spesifik)

      2. Justru itulah ciri-ciri penulis lagu yang hits: bisa menulis makna yang dalam dengan menggunakan bahasa yang bisa dimengerti seorang anak kelas 5 SD. Pernah juga dibahas tentang lirik bermakna dalam di artikel: http://mahirmenulislagu.com/menulis-lirik-pintar-bagian-pertama/

      3. Benar: mengulang lirik Verse pertama di Verse kedua adalah kebiasaan buruk yang sering dilakukan penulis lagu yang malas-malasan. Tapi teknik mindmap yang kita gunakan kemarin punya jaminan kuat bisa menghasilkan lirik yang bukan hanya berbeda, tapi juga unik dan asyik didengar. Contoh mindmap untuk menulis lagu ada di artikel: http://mahirmenulislagu.com/peta-pikiran-gorgeous/

  4. Oke, Gitar sudah di tangan, Chord yang enak sudah didapat, notasi lagu dasar sudah di kepala, namun ketika waktunya mengambil pulpen dan menulis lirik… waduh, mendadak semuanya seperti jalan buntu. Gelap, tidak tahu apa yang harus ditulis. Ketika coba dipaksakan untuk menulis, belum genap dua baris ditulis, mendadak mata terasa perih karena jijik membaca kata2 yang telah ditulis.. so cheesy! Mikir lagi, jangan2 kurang dihayati. Tulis lagi, eh malah terdengar tidak pas di lagu, padahal maksud awal saya hanyalah membuat lagu pop sederhana saja. In the end, hasil akhirnya hanya berupa petikan gitar diiringi dengungan yang bernada. Makanya saya sangat antusias mengikuti post2nya mas endy disini, terutama bagian menulis lirik. Mohon Petunjuk.. :-)

    • Mas Indra,

      Salah satu kelemahan menulis lagu dimulai dari kord dan melodi adalah itu: seringkali liriknya dipaksa ngepas sama nada melodinya.

      Hasilnya lirik jadi tidak alamiah dan sering juga bikin bahasa sendiri atau suku katanya tidak enak dinyanyikan.

      Selain itu, lirik juga sering jadi seadanya saja: tanpa dipikir matang-matang.

      Padahal kalau musisi profesional, lirik sedapatnya itulah yang akan menghabiskan jutaan, puluhan, bahkan bisa sampai ratusan juta rupiah untuk direkam dan dipasarkan.

      Jadi kita harus menulis lirik terbaik di depan, sebelum keluar biaya besar untuk merekam ya.

  5. Aditya says:

    Ijin ikut gabung ya mas endy… salam kenal buat semuanya,,,
    kesulitan yang saya biasa alami ketika menulis lirik lagu adalah ketika saya sudah mendaptkan tema lirik lagu tersebut dan mendapatkan melodi lagu yang enak di dengar, kadang saya jadi terpaku oleh melodi+chord yang sudah saya dapatkan sebelumnya, jadi lirik yang akan ditulis kadang harus di sesuaikan dengan melodi lagunya,,,(Kebiasaan saya menulis lagu membuat melodi+chord nya baru menulis liriknya, hehehe) saya pun sadar itu akan membatasi eksplorasi lirik lagu tersebut,,, itu yang sering saya alami ketika menulis lirik lagu mas endy,,,

    • Mas Aditya,

      Boleh dicoba sekali-kali menulis lirik duluan baru kord dan melodi. Lagu yang muncul bisa punya kejelasan cerita yang lebih nyata, dan pendengar bisa merasakan hal itu (dibanding lirik yang dipaksakan).

      Bisa dimulai dengan menulis cerita terlebih dulu, terus tulis liriknya. Setelah itu baru buat musiknya: http://mahirmenulislagu.com/6-teknik-storytelling/

  6. aLLbaD says:

    aLLow Mas Endy, salam…

    Memang hal yg kadang sebenarnya sangat sederhana, tp tidak sesederhana yg dibayangkan, kadang mnrt sy, pemilihan konsonan akhir dari suatu kata (a,i,u,e,o,en,an,mi, dan sebagainya) bisa sangat berperan penting dalam kaitan pembuatan lirik lagu. Sama dengan mas Roy Haris, ketika membaca thread pertama kalinya, sy berpikir, bagaimana dengan lagu berbahasa asing, yg kadang kebanyakan dari pendengarnya tidak mengerti sama sekali dgn arti liriknya, mungkinkah ada kaitannya dengan pemilihan konsonan akhir yg “catchy” ketika didengarkan, seperti yg sy bahas sebelumnya???

    Kesulitan menulis lirik menurut sy =
    1. Bagi sy pribadi, ketika menulis suatu lirik, sy selalu terpaku dgn kata-kata yg mudah diingat (tentunya tidak lepas dari musiknya dari irama menyanyikannya), konsonan akhir yg kadang disesuaikan dgn pola seperti puisi (aabb, abab, abba, dan sebagainya), serta target pendengar yg akan menjadi sasaran dari musik kita (remaja, dewasa, politik, sosial, dan lain-lain).

    2. Pembuatan lirik berdasarkan struktur lagu, verse-bridge-reff.
    Hal ini kadang menjadi dilema buat sy, terutama dalam membuat bridge dan reff. Jika diperhatikan, verse adalah lirik dari penceritaan sebuah tema lagu, brigde sendiri sy sering mengartikan sebagai hal yg menceritakan klimaks dari lagu tersebut, tp belum sampai pada klimaks yakni reff, sedangkan reff sendiri, ini yg mnrt sy harus dibuat sedemikian “ear-catchy” karena biasanya bagian inilah yg menjadi nilai jual atau daya tarik lagu, dan mnrt sy adalah hal yg paling sulit utk pembuatan lirik reff.

    3. Proses imaginasi.
    Sering kali ketika ingin membuat suatu lirik, sy selalu berpikir, sy harus mendalami suatu tema, bahwa sy yg menjadi tokoh atau pelaku didalam cerita lagu tersebut, hal ini biasa yg membuat sy harus berimaginasi yg kadang sering sulit dilakukan. Sering kali ketika sy memaksakan utk berimaginasi, sy malah tidak bisa menulis lirik yg mnrt sy bagus, tp ketika sedang melakukan hal yg tidak dipaksakan, seperti pada saat berkendara dijalan, sedang di WC ataupun sedang bekerja dilapangan, hal ini terkadang membuat sy repot, sehingga sy pun selalu membawa media rekam (handphone) supaya lebih flexibel ketika inspirasi lirik itu datang. Apakah hal ini wajar yg biasa terjadi oleh setiap musisi, atau hanya terjadi pada sy saja ???

    Ini share dari sy, dalam hal pembuatan suatu lirik…

    Salam…
    Gbu

    • Mas Allbad,

      Ya, suku kata terakhir yang dinyanyikan memang ada keistimewaan karena terletak di akhir. Dan kalau orang Indonesia senangnya mengingat yang terak-hir (seperti guru SD mengajar ke murid-muridnya).

      Menarik, karena setiap bahasa memiliki alunannya masing-masing. Bahasa Inggris lebih kuat intonasi di suku kata awal, bahasa Italia kuat di kedua sebelum terakhir, dan Indonesia kuat di terakhir.

      Bahasa Jepang juga menarik karena menurut saya bahasanya enak untuk dijadikan lirik lagu (nada-nadanya lebih terbuka dibanding bahasa yang banyak huruf konsonannya).

      1. Menulis lirik sesuai kerangka justru adalah keuntungan Mas. Menyesuaikan rima dan target pasar adalah hal penting untuk dilakukan. Justru ini yang harus disadari penulis lagu: menulis sesuatu yang spesifik dan sesuai kebutuhan orang lain adalah jurus lagu hits.

      Seringkali yang dilakukan penulis lagu adalah menulis lagu semau-mau dia saja dan berharap semua orang akan menganggap dia jenius karenanya.

      2. Untuk membantu pembuatan lirik Reff atau Chorus bisa dengan menggunakan prinsip klimaks: http://mahirmenulislagu.com/menciptakan-klimaks-lagu/

      3. Proses imajinasi sama, bukan hanya sekedar untuk musisi tapi untuk semua pekerja kreatif (dan pekerja non kreatif seperti engineer).

      Kenapa? Karena itulah cara otak bekerja: ketika dipaksa dia tidak mau, tapi ketika santai dia lebih keluar ide-idenya.

      Ini sudah lazim dialami oleh manusia dari dulu sampai sekarang.

      Jadi kalau Mas masih merasa ‘terpaksa’, coba santai saja dulu. Istilahnya ‘daydreaming’ – ya, untuk penulis lagu melamun termasuk bagian dari pekerjaan!

  7. rusdianmaulana says:

    seringkali dalam membuat lirik lagu, saya merasa ada bait2 tertentu yang kurang cocok dalam pemilihan kata. mungkin bukan krn kebuntuan soal ide cerita. tetapi lebih soal wkt, krn untuk dapat membuat lirik yg pas tidak mungkin hanya dalam 1kali proses.. akan ada perubahan ketika suatu saat mendapatkan ide cerita yg setelah dicoba liriknya akan pas kedalam lagunya.. jd kendala saya hanya soal pemilihan kata dan waktu saja.. tp skr saya ingin belajar membuat lirik2 yg tidak baku atau dengan kata lain seperti perumpamaan… thanks :)

    • Mas Rusdian,

      Ya, majas metafora adalah salah satu tools menulis lagu yang kuat. Salah satu teman saya malah sampai bilang “I need metaphor” – artinya dia tidak suka kalau lirik lagu terlalu tersurat.

      Justru dari menggunakan metafor ini, kita bisa menemukan lirik-lirik yang imaginatif dan kreatif dan tidak baku. Yang penting mengasah skill untuk melihat kesamaan antara dua hal yang berbeda.

      Contohnya dalam lagu “Satu-Kosong” (karya saya pribadi) yang mengambil analogi suatu hubungan seperti pertandingan sepakbola: http://soundcloud.com/endydaniyanto/satu-kosong

  8. Irfani says:

    Selamat siang Mas Endy,
    saya pengen bisa lebih mahir lagi dalam menulis lirik mas.

    Salam.

  9. assallamualaikum
    mas endi saya mau tanya ,,,
    saya sering kebingungan bikin syair,,, baiknya menurut mas endi bikin syair dlu atau bikin musik dulu hehehehehee,,,selama ini penyakit saya terus menerus seprti ini ,,,klo lirik dlu saya suka bingung di bikin musiknya kalo bikin syair dulu saya suka bingung bikin musiknya,
    kira kira ada tips ga buat yang punya penyakit seperti saya mas hehehehee,,,help me hehehe
    ..maka dari itu tercipta lah lagu bingung karna jujur saya kalo bikin lagu pasti ujung2nya bengong ga tau lagi ni bahan lagu musti di apain gitu,,, heheheee ,mohon pencerahan nih ,,,hehehe

    • Wa’alaikum salam Mas Mulyana,

      Manfaat menulis lirik terlebih dulu: Mas bisa punya cerita dalam lagu yang lebih utuh dan konsisten. Nanti melodi lagunya menyesuaikan dengan tema yang Mas Mulyana pilih.

      Manfaat menulis melodi terlebih dulu: Mas bisa dapat melodi yang catchy – simpel dan mudah diingat. Nanti liriknya yang menyesuaikan dengan jiwa dari musiknya.

      Saya pribadi lebih suka menulis lirik terlebih dulu, karena dengan begitu saya bisa dapat lagu yang lebih unik dengan lirik yang fresh jadi pendengar tetap suka dengar lagunya.

      Ada juga teman saya, justru kesulitan kalau mulai dari lirik dulu dan lebih alamiah mulai dari melodi. Karena kami satu tim, saya dan teman saya saling melengkapi.

      Kalau Mas Mulyana masih bingung, bisa baca tutorial untuk pemula: Cara Mulai Menulis Lagu Dalam 5 Langkah Mudah.

Leave a Reply